Medan Vegan Event Ajak Warga Hidup Sehat Tanpa Menyakiti

- Medan Vegan Event 2026 akan digelar 20 Juni 2026 dengan tema 'Healthy and Compassionate Living', kolaborasi Animal Voice Indonesia dan komunitas 21 Hari Vegan untuk kampanye hidup sehat tanpa kekerasan pada hewan.
- Acara mencakup lomba masak, bazaar, seminar kesehatan, talkshow, games, dan lucky draw yang bertujuan mengedukasi publik bahwa makanan vegan bisa lezat, mudah dibuat, serta menyehatkan.
- dr. Willey Eliot menegaskan gaya hidup vegan cocok untuk semua usia dan dapat mencegah penyakit degeneratif dengan pola makan berbasis nabati yang bergizi lengkap serta mudah diterapkan secara bertahap.
Medan, IDN Times — Animal Voice Indonesia/AVI dan komunitas 21 Hari Vegan menggelar Medan Vegan Event 2026 Sabtu, (20/6/2026). Acara ini mengusung tema “Healthy and Compassionate Living”.
Daniel Alin selaku inisiator menyebut tujuan utamanya, guna mengkampanyekan pola hidup sehat dan vegan. “Gambaran terbesarnya adalah menyadarkan publik. Di balik piring dan gelas kita, banyak terjadi kekejaman serta eksploitasi pada hewan ternak yang tak bersuara,” ujar Daniel.
1. Rangkaian acara mulai dari lomba masak hingga Bazaar kuliner vegan

Ada 6 rangkaian utama, yaitu lomba masak, bazaar, talkshow, seminar kesehatan, games, dan lucky draw. Lomba masak menjadi pembuka. Tujuannya mematahkan stigma masakan vegan hambar dan ribet. “Kita edukasi publik bahwa masakan vegan ternyata enak dan mudah,” kata Daniel.
Juri lomba dipercayakan ke Roslina Yun, pegiat kuliner vegan. Sementara seminar kesehatan akan diisi dr. Willey Eliot M. Kes IBCLC. Dia mengupas tuntas mitos seputar gizi vegan mulai dari soal protein, vitamin K, dan risiko sakit tanpa daging dari sudut pandang medis.
Tak hanya itu, ada bazaar produk UKM, talkshow interaktif, games seru, dan lucky draw untuk pengunjung.
“Dari anak sekolah ada, dari UKM vegan juga hadir. Pesannya harus sampai ke semua lapisan,” ujar Daniel.
2. Pesan kemanusiaan

Daniel menyoroti sisi kelam industri pangan hewani. Sapi dipisah paksa dari anaknya saat lahir. Ayam petelur dikurung di kandang baterai ukuran A3 lalu dibuang saat tak produktif.
“Sapi mengamuk, menangis saat kurban. Itu stres berat. Menyayat hati. Kita bisa hidup sehat tanpa menyakiti mereka,” tegasnya.
Event ini baru pertama kali digelar di Medan. Daniel berharap jadi agenda rutin. “Kalau dukungan SDM dan pembiayaan cukup, akan ada episode kedua,” katanya.
3. Vegan untuk semua usia

Narasumber talkshow dr. Willey Eliot menekankan citra vegan sudah berubah. Dulu identik orang tua, kini anak muda didorong mulai sedini mungkin. “Sekarang penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, jantung koroner sudah menyerang usia muda. Jaga kesehatan dari sekarang,” katanya.
Untuk materinya, dikatakan fokus ke pola makan vegan dan nutrisinya. “Orang pikir vegan kurang gizi. Padahal pengganti daging banyak: tahu, tempe, nutrisinya lengkap,” jelasnya.
Dia memberikan tips untuk pemula. Harus dimulai dari diri sendiri. “Mulai dari diri sendiri. Nggak harus tiap hari. Bisa seminggu sekali, lalu naik jadi dua hari. Sampai akhirnya berkomitmen seumur hidup," tutupnya.

















