ilustrasi wanita memegang pembalut (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
Aksi tersebut terbuka bagi sebanyak-banyaknya perempuan yang memperjuangkan hak dasar dan keadilan reproduksi, serta melibatkan berbagai kelompok lintas isu. Hal tersebut menunjukkan bahwa persoalan menstruasi berkaitan dengan persoalan keadilan sosial yang lebih luas.
Pembalut dipilih karena merupakan kebutuhan dasar bagi orang yang mengalami menstruasi. Donasi menjadi bentuk solidaritas untuk memperluas akses sekaligus membangun kesadaran bahwa persoalan menstruasi merupakan persoalan sosial, bukan sekadar persoalan individu.
Pembalut yang dibagikan merupakan hasil donasi yang dihimpun secara kolektif oleh masyarakat. Pembalut akan dibagikan kepada kelompok atau individu yang membutuhkan berdasarkan pemetaan dan koordinasi panitia. Jumlah penerima menyesuaikan donasi yang terkumpul.
Selain uang, panitia juga menerima donasi pembalut yang masih layak dan belum digunakan. Donasi barang dapat dikoordinasikan dengan panitia melalui kontak yang tersedia. Saat ini, donasi masih dibuka dan jumlahnya terus bertambah. Rekapitulasi akan dilakukan setelah penggalangan selesai.
Lapangan Merdeka dipilih sebagai ruang publik agar isu tersebut dapat diketahui dan diikuti lebih banyak masyarakat. Kegiatan terbuka untuk umum tanpa pembatasan jumlah peserta. Panitia berharap sebanyak mungkin masyarakat dapat hadir dan terlibat.