Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi pembalut wanita (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
  • SADIS Medan menggelar diskusi akses menstruasi pada Selasa, 3 November 2026, pukul 16.00 WIB di Lapangan Merdeka, membahas ketimpangan gender, kemiskinan struktural, pajak pembalut, serta hak reproduksi.

  • Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian pembalut hasil donasi kolektif kepada kelompok atau individu yang membutuhkan berdasarkan pemetaan panitia; aksi terbuka bagi publik dan melibatkan kelompok lintas isu.

  • SADIS mendorong pemerintah memastikan kebutuhan menstruasi tersedia secara layak, terjangkau, dan tanpa diskriminasi, sembari melanjutkan isu ini melalui pengetahuan, solidaritas, tindakan kolektif, dan ruang diskusi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat ini

Donasi uang dan pembalut masih dibuka, dengan jumlah yang terus bertambah.

Selasa (3/11/2026)

SADIS Medan menggelar diskusi tentang akses menstruasi di Lapangan Merdeka, Medan. Kegiatan dilanjutkan dengan aksi pembagian pembalut gratis hasil donasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    SADIS Medan akan menggelar diskusi publik tentang akses menstruasi dan membagikan pembalut gratis hasil donasi kolektif.
  • Who?
    SADIS, panitia kegiatan, masyarakat pendonor, perempuan yang memperjuangkan hak dasar dan keadilan reproduksi, serta kelompok atau individu yang membutuhkan pembalut akan terlibat.
  • Where?
    Kegiatan akan berlangsung di Lapangan Merdeka, Medan, yang dipilih sebagai ruang publik agar dapat diikuti masyarakat luas.
  • When?
    Selasa, 3 November 2026, pukul 16.00 WIB.
  • Why?
    Kegiatan mengangkat ketimpangan akses produk menstruasi yang dipengaruhi kondisi ekonomi dan sosial, serta mendorong kebutuhan menstruasi diakui sebagai kebutuhan dasar yang layak dan terjangkau.
  • How?
    Diskusi publik akan dilanjutkan pembagian pembalut kepada penerima berdasarkan pemetaan dan koordinasi panitia. Jumlah penerima menyesuaikan donasi; penggalangan uang dan pembalut layak pakai masih dibuka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Besok SADIS di Medan akan mengajak orang-orang ngobrol tentang pembalut dan haid. Mereka juga akan membagi pembalut gratis di Lapangan Merdeka. Pembalut datang dari sumbangan masyarakat. Acara ini terbuka untuk semua orang. Donasi masih dibuka dan terus bertambah. SADIS ingin pemerintah membantu agar kebutuhan haid mudah didapat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
SADIS Medan menghadirkan ruang publik yang menghubungkan pengetahuan, solidaritas, dan tindakan nyata atas kebutuhan menstruasi. Diskusi terbuka serta pembagian pembalut dari donasi masyarakat menunjukkan kepedulian kolektif terhadap akses yang layak, sambil memberi kesempatan bagi berbagai kelompok untuk terlibat dalam percakapan mengenai keadilan sosial dan reproduksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Persoalan akses terhadap kebutuhan menstruasi masih menjadi bagian dari ketimpangan gender dan kemiskinan struktural. Isu tersebut akan dibahas dalam ruang diskusi rutin Selasa Diskusi atau SADIS yang digelar pada Selasa (3/11/2026), pukul 16.00 WIB, di Lapangan Merdeka, Medan.

Sekedar informasi, SADIS merupakan ruang diskusi rutin setiap Selasa untuk membahas berbagai persoalan sosial. Pada edisi kali ini, SADIS mengangkat tema akses menstruasi, pajak pembalut, kemiskinan struktural, ketimpangan gender, hak seksual dan reproduksi, serta tanggung jawab negara.

1. Akses menstruasi masih terdapat ketimpangan dalam memperoleh produk menstruasi

ilustrasi perlengkapan haid, pembalut (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Panitia memilih isu akses menstruasi karena masih terdapat ketimpangan dalam memperoleh produk menstruasi. Akses tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan sosial. Melalui diskusi tersebut, panitia ingin mendorong agar kebutuhan menstruasi dipandang sebagai kebutuhan dasar yang harus dapat diakses secara layak dan terjangkau.

Diskusi tidak berhenti di ruang wacana. Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan aksi kolektif pembagian pembalut sebagai bentuk konkret solidaritas.

2. Aksi terbuka bagi sebanyak-banyaknya perempuan yang memperjuangkan hak dasar

ilustrasi wanita memegang pembalut (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Aksi tersebut terbuka bagi sebanyak-banyaknya perempuan yang memperjuangkan hak dasar dan keadilan reproduksi, serta melibatkan berbagai kelompok lintas isu. Hal tersebut menunjukkan bahwa persoalan menstruasi berkaitan dengan persoalan keadilan sosial yang lebih luas.

Pembalut dipilih karena merupakan kebutuhan dasar bagi orang yang mengalami menstruasi. Donasi menjadi bentuk solidaritas untuk memperluas akses sekaligus membangun kesadaran bahwa persoalan menstruasi merupakan persoalan sosial, bukan sekadar persoalan individu.

Pembalut yang dibagikan merupakan hasil donasi yang dihimpun secara kolektif oleh masyarakat. Pembalut akan dibagikan kepada kelompok atau individu yang membutuhkan berdasarkan pemetaan dan koordinasi panitia. Jumlah penerima menyesuaikan donasi yang terkumpul.

Selain uang, panitia juga menerima donasi pembalut yang masih layak dan belum digunakan. Donasi barang dapat dikoordinasikan dengan panitia melalui kontak yang tersedia. Saat ini, donasi masih dibuka dan jumlahnya terus bertambah. Rekapitulasi akan dilakukan setelah penggalangan selesai.

Lapangan Merdeka dipilih sebagai ruang publik agar isu tersebut dapat diketahui dan diikuti lebih banyak masyarakat. Kegiatan terbuka untuk umum tanpa pembatasan jumlah peserta. Panitia berharap sebanyak mungkin masyarakat dapat hadir dan terlibat.

3. SADIS mendorong pemerintah untuk memastikan kebutuhan menstruasi dapat diakses secara layak

ilustrasi pembalut menstruasi (pexels.com/karolina-grabowska)

Konsep kegiatan adalah diskusi publik yang dilanjutkan dengan aksi kolektif pembagian pembalut. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada diskusi, tetapi diwujudkan melalui tindakan bersama.

Melalui kegiatan tersebut, SADIS mendorong pemerintah untuk memastikan kebutuhan menstruasi dapat diakses secara layak, terjangkau, dan tidak diskriminatif, serta memperkuat pemenuhan hak seksual dan reproduksi.

Bagi panitia, perubahan sosial membutuhkan fondasi untuk bergerak. Fondasinya adalah pengetahuan, solidaritas, dan tindakan kolektif. Karena itu, isu tersebut tidak berhenti pada aksi besok, tetapi akan terus dibawa dalam ruang diskusi dan gerakan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article