Antisipasi Lonjakan Penumpang, Inspeksi Jalur Rantauprapat-Aek Nabara

- PT KAI Divre I Sumatra dan BTP Medan melakukan inspeksi jalur Rantauprapat Baru–Aek Nabara sepanjang 18,5 km untuk memastikan keandalan infrastruktur sebelum dioperasikan kembali.
- Kegiatan ini juga bertujuan memitigasi risiko keamanan serta menjaga aset perkeretaapian yang berstatus Objek Vital Nasional agar siap digunakan dengan standar keselamatan tinggi.
- Peningkatan jumlah penumpang di Stasiun Rantauprapat mendorong percepatan kesiapan jalur baru guna memperkuat konektivitas transportasi dan mendukung integrasi mobilitas masyarakat di wilayah Sumatra.
Medan, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan melakukan inspeksi bersama di jalur kereta api Stasiun Rantauprapat Baru hingga Stasiun Aek Nabara, pada Sabtu (18/7/2026) kemarin.
Lintas sepanjang 18,5 kilometer itu merupakan bagian dari proyek pembangunan jalur KA Rantauprapat – Kota Pinang yang dibangun Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Proyek yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Trans Sumatra ini dimulai sejak 2017 dan sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 pada 2020. Saat ini jalur tersebut belum dioperasionalkan.
Manager Humas KAI Divre I Sumatra, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan inspeksi difokuskan untuk memastikan keandalan seluruh infrastruktur.
"Inspeksi bersama ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi prasarana, mulai dari jalur rel, jembatan, hingga fasilitas stasiun pada lintas tersebut," ujar Anwar, Minggu (19/7/2026).
1. Memitigasi risiko keamanan

Selain memeriksa kelaikan teknis, kegiatan ini juga bertujuan memitigasi risiko keamanan serta menjaga aset perkeretaapian dari aksi vandalisme.
Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, seluruh aset perkeretaapian termasuk jalur, stasiun, dan prasarana pendukungnya merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas) karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan kepentingan strategis negara.
"Penjagaan dan pengawasan ini kami maksudkan agar jika sewaktu-waktu jalur ini akan diaktifkan, seluruh aspeknya telah memenuhi syarat, terutama dari sisi keselamatan perjalanan," kata Anwar.
2. Antisipasi pertumbuhan penumpang di Rantauprapat

Kesiapan operasional jalur baru dinilai penting seiring tingginya pertumbuhan volume penumpang di Stasiun Rantauprapat. Stasiun yang terhubung langsung dengan jalur Rantauprapat Baru – Aek Nabara ini dilayani 6 hingga 8 perjalanan KA Sribilah Utama maupun Fakultatif setiap hari.
Berdasarkan data tiga tahun terakhir, jumlah pelanggan terus meningkat. Pada semester I 2024 tercatat 204.152 pelanggan naik dan turun. Angka itu naik 18 persen menjadi 240.408 pelanggan pada semester I 2025.
Tren positif berlanjut pada semester I 2026 dengan kenaikan 7 persen. Stasiun Rantauprapat berhasil melayani 258.416 pelanggan. Dalam kurun dua tahun, jumlah pelanggan bertambah hingga 54 ribu orang.
"Data pertumbuhan ini menjadi bukti nyata tingginya tingkat kepercayaan masyarakat Labuhanbatu dan sekitarnya terhadap moda transportasi kereta api. Masyarakat membutuhkan transportasi umum yang aman, nyaman, dan memiliki kepastian jadwal perjalanan," ungkap Anwar.
3. Diharapkan mempercepat integrasi konektivitas transportasi di Sumatra

KAI Divre I Sumatra menegaskan komitmen untuk menjaga aset negara sekaligus menyambut potensi besar angkutan massal di masa depan.
"Melalui inspeksi bersama ini, KAI Divre I Sumatra berkomitmen penuh memelihara dan mengamankan seluruh aset perkeretaapian agar tetap dalam kondisi prima demi kepentingan strategis negara," pungkas Anwar.
Ia berharap kesiapan jalur lintas Rantauprapat Baru hingga Aek Nabara nantinya dapat menjawab tingginya mobilitas masyarakat dan mempercepat integrasi konektivitas transportasi di Sumatra.





















