Medan, IDN Times - Indonesia menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih besar pada 2026 seiring datangnya musim kemarau lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering dari biasanya. Policy brief terbaru yang dirilis Jejaring Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan (APIK) Indonesia, Onrizal, memperingatkan bahwa tanpa perubahan strategi, potensi kebakaran tahun ini bisa melampaui kejadian sebelumnya.
Berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim kemarau maju di 46,5 persen zona musim, dengan durasi lebih panjang di 57,2 persen wilayah dan sifat kemarau cenderung lebih kering. Onrizal menilai kondisi ini meningkatkan risiko karhutla secara signifikan, terutama di wilayah gambut yang rentan terbakar.
“Kemarau 2026 yang lebih awal dan lebih kering meningkatkan risiko karhutla,” kata Onrizal dalam policy brief yang dirilis 13 April 2026.
