Karo, IDN Times – Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mulai menunjukkan penurunan. Namun, kondisi gunung masih berfluktuasi dan potensi erupsi berikutnya dinilai tetap cukup tinggi.
Penurunan tersebut terlihat dari aktivitas kegempaan Gunung Sinabung. Sementara kondisi asap kawah belum teramati dengan jelas karena sebagian tubuh gunung masih tertutup kabut.
Catatan Pos Pemantauan Gunung Api Sinabung menunjukkan, asap dari Kawan masih ke luar dengan intensitas sedang hingga tebal dengan tinggi 200–400 meter di atas puncak. Sementara itu, tremor menerus masih terekam dengan amplitudo dominan 2 mm.
Koordinator Pos Pemantauan Gunung Api Sinabung Armen Putra mengatakan kondisi terbaru Sinabung belum dapat diartikan sebagai berakhirnya aktivitas vulkanik. Kegempaan masih tercatat dan potensi keluarnya abu vulkanik juga masih ada.
"Perkembangan vulkanik Gunung Api Sinabung atau gempa-gempa vulkanik Gunung Api Sinabung hingga sampai saat ini agak mulai penurunan,” ujar Armen, Kamis (3/9/2026) petang.
Menurutnya, penurunan juga terlihat dalam pengamatan secara keseluruhan. Namun, kondisi gunung masih belum stabil karena aktivitasnya tetap bersifat fluktuatif.
"Dilihat dari kegempaannya masih ada penurunan dan kita melihat asapnya juga tidak teramati dengan jelas dan memang sebagian gunung juga tertutup kabut,” ungkapnya.
Armen menegaskan bahwa secara umum memang terdapat penurunan aktivitas. Meski demikian, kondisi tersebut belum mengubah karakter Gunung Sinabung yang masih dinamis.
"Untuk sampai saat ini memang ada penurunan secara keseluruhan, tetapi secara garis besarnya Gunung Api Sinabung datanya atau aktivitasnya masih berfluktuatif,” katanya.
Meski aktivitas kegempaan menurun, Armin mengatakan potensi terjadinya erupsi masih ada. Bahkan, potensi tersebut disebut masih cukup tinggi.
Hal itu berkaitan dengan kegempaan vulkanik yang masih terjadi di Gunung Sinabung. Selain itu, kemungkinan terjadinya erupsi berupa keluarnya abu vulkanik juga masih dinilai tinggi.
