Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Doa Jurnalis Medan untuk 5 Pewarta Hilang Meliput Gunung Anak Krakatau
Para jurnalis di Medan menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau. (Dok: Mirza Baihaqie)
  • PFI Medan dan jurnalis Kota Medan menggelar doa, tahlil, zikir, serta penyalaan lilin sebagai dukungan moril.
  • Lima pewarta foto hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Banten bersama tiga kru kapal boat.
  • Memasuki hari ketujuh, keberadaan mereka belum diketahui dan jurnalis Medan berharap pencarian terus dimaksimalkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (7/9/2026)

Lima pewarta foto dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Banten.

Senin (14/9/2026)

PFI Medan dan jurnalis Kota Medan menggelar doa, tahlil, zikir, serta menyalakan lilin. Memasuki hari ketujuh, lima pewarta foto masih dalam pencarian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PFI Medan dan jurnalis Kota Medan menggelar doa, tahlil, zikir, serta menyalakan lilin untuk lima pewarta foto yang hilang kontak.
  • Who?
    PFI Medan, jurnalis Kota Medan, lima pewarta foto, serta tiga kru kapal boat.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di musala Jurnalis, Jalan Sudirman, Kecamatan Medan Polonia, dan bundaran air mancur Jalan Sudirman; pencarian di perairan Banten.
  • When?
    Doa bersama digelar Senin (14/9/2026), tujuh hari setelah lima pewarta foto hilang kontak pada Senin (7/9/2026).
  • Why?
    Kegiatan dilakukan sebagai dukungan moril dan doa keselamatan bagi lima pewarta foto yang masih dalam pencarian.
  • How?
    Jurnalis berkumpul untuk berdoa, tahlil, dan zikir, kemudian menyalakan lilin sambil membawa foto serta selebaran harapan agar seluruh korban ditemukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lima kakak pewarta foto pergi meliput Gunung Anak Krakatau, lalu mereka hilang kontak di perairan Banten. Mereka bersama tiga orang kru kapal masih dicari. Kakak-kakak jurnalis di Medan berdoa, tahlil, zikir, dan menyalakan lilin agar mereka segera ditemukan. Sudah tujuh hari, keberadaan mereka belum diketahui.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kegiatan doa, tahlil, zikir, dan penyalaan lilin menunjukkan dukungan moril jurnalis Medan bagi rekan seprofesi yang masih dicari. Kehadiran PFI Medan dan jurnalis Kota Medan juga menyuarakan harapan yang sama agar pencarian lima pewarta foto bersama tiga kru kapal terus mendapat titik terang di tengah ketidakpastian keberadaan mereka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Solidaritas terhadap lima pewarta foto yang masih hilang kontak di Selat Sunda terus mengalir. Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan bersama sejumlah jurnalis di Kota Medan menggelar doa, tahlil, dan zikir bersama untuk mendoakan keselamatan rekan seprofesi mereka, Senin (14/9/2026).

Lima pewarta foto tersebut dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). Hingga Senin, sudah tujuh hari keberadaan mereka belum diketahui.

1. PFI Medan gelar doa dan nyalakan lilin

Para jurnalis di Medan menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau. (Kesuma wijaya/PFI Medan)

Doa bersama dilakukan sebagai bentuk dukungan moril bagi lima pewarta foto yang masih dalam pencarian. Para jurnalis berkumpul di Mushala Jurnalis untuk memanjatkan doa bagi keselamatan rekan-rekan mereka yang hilang kontak di perairan Banten.

Ketua PFI Kota Medan, Risky Cahyadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas dari para jurnalis di Kota Medan terhadap lima pewarta foto yang tengah menjalankan tugas.

"Hari ini, kami Pewarta Foto Indonesia Medan bersama kawan-kawan jurnalis se-Kota Medan, mengadakan doa, tahlil, dan zikir bersama untuk rekan-rekan kita lima orang yang masih saat ini masih dinyatakan hilang di Perairan Banten saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau," ujar Ketua PFI Kota Medan, Risky Cahyadi.

Setelah doa bersama, para jurnalis melanjutkan kegiatan dengan menyalakan lilin di bundaran air mancur Sudirman. Cahaya lilin menerangi foto dan selebaran yang berisi harapan agar kelima pewarta foto tersebut segera ditemukan.

"Ya, tadi kita lihat sendiri bahwasanya PFI Medan bersama kawan-kawan jurnalis se-Kota Medan melaksanakan doa, tahlil, dan zikir bersama. Lalu dilanjutkan dengan menyalakan lilin bersama," lanjut Risky.

2. Tujuh hari hilang, lima pewarta foto masih dicari

Para jurnalis di Medan menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau. (Dok: Mirza Baihaqie)

Para jurnalis dilaporkan hilang kontak ketika berada di perairan Banten dalam rangka meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Dalam pencarian tersebut, mereka juga disebut bersama tiga kru kapal boat.

Memasuki hari ketujuh sejak hilang kontak, jurnalis di Kota Medan berharap seluruh tim yang terlibat dalam pencarian dapat menemukan para pewarta foto tersebut.

"Harapannya kita sama-sama segeralah ditemukan lima rekan kita bersama tiga kru kapal boat dalam keadaan sehat walafiat," katanya.

Bagi para jurnalis yang ikut dalam doa bersama, kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap proses pencarian yang masih berlangsung. Mereka berharap upaya pencarian tidak berhenti dan seluruh pihak yang terlibat dapat mengerahkan kemampuan maksimal.

3. Jurnalis Medan berharap pencarian terus dimaksimalkan

Para jurnalis di Medan menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau. (Dok: Mirza Baihaqie)

Risky mengatakan proses pencarian merupakan kewenangan pihak-pihak terkait. Namun, sebagai sesama jurnalis, PFI Medan berharap seluruh upaya dilakukan secara maksimal untuk menemukan lima pewarta foto dan tiga kru kapal yang masih hilang.

Doa dan penyalaan lilin menjadi bentuk ikhtiar dari para jurnalis di Medan. Di tengah ketidakpastian keberadaan rekan mereka, harapan agar seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat terus disuarakan.

"Harapannya itu sampai ketemulah, dalam kondisi apapun gitu. Ya, harapannya dalam keadaan sehatlah mereka, kawan-kawan kita," pungkasnya.

PFI Medan bersama para jurnalis Kota Medan pun berharap proses pencarian memberikan titik terang terhadap keberadaan kelima pewarta foto tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article