Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sebanyak 650 Warga Kuta Tengah Mengungsi, Evakuasi Desa Payung Ditunda
Anak-anak penyinta erupsi Gunung Api Sinabung bermain bersama polisi di pengungsian Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran, Kamis (3/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)
  • Sebanyak 650 warga Desa Kuta Tengah telah dievakuasi ke Desa Sukatepu setelah aktivitas Gunung Sinabung meningkat.
  • Lokasi pengungsian berada sekitar lima kilometer dari desa dan memanfaatkan jambur milik desa di dekat Koperasi Desa Merah Putih.
  • Evakuasi warga Desa Payung ditunda karena aktivitas gunung fluktuatif, sementara posko tetap disiapkan di wilayah tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (3/9/2026)

Sebanyak 650 warga Desa Kuta Tengah telah dievakuasi ke lokasi pengungsian di Desa Sukatepu menyusul peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    650 warga Desa Kuta Tengah dievakuasi ke lokasi pengungsian, sedangkan evakuasi Desa Payung ditunda.
  • Who?
    Warga Desa Kuta Tengah, warga Desa Payung, BPBD Karo, dan Sekretaris BPBD Kabupaten Karo Gelora Sembiring Pandia.
  • Where?
    Warga Kuta Tengah mengungsi ke Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran. Posko disiapkan di wilayah Desa Payung, Kabupaten Karo.
  • When?
    Hingga Kamis (3/9/2026), seluruh warga Desa Kuta Tengah telah berada di lokasi pengungsian.
  • Why?
    Evakuasi dilakukan menyusul peningkatan aktivitas Gunung Sinabung. Evakuasi Desa Payung ditunda karena aktivitas gunung dinilai masih fluktuatif dan radius enam kilometer tidak mencakup seluruh desa.
  • How?
    Warga Kuta Tengah dipindahkan ke jambur milik desa. BPBD Karo menyiapkan kebutuhan pengungsi sesuai SOP, sementara posko dibuat di Desa Payung sebagai langkah kesiapsiagaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gunung Sinabung makin aktif. Sebanyak 650 warga Desa Kuta Tengah pergi ke tempat pengungsian di Desa Sukatepu. Mereka boleh ke ladang pada siang hari. Desa Payung belum pindah karena keadaan gunung naik turun. Di sana ada posko untuk berjaga kalau keadaan meningkat lagi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penanganan pengungsian bagi warga Desa Kuta Tengah telah mencakup penyediaan lokasi dan kebutuhan sesuai SOP. Warga masih diperbolehkan pergi ke ladang pada siang hari, sementara pemerintah daerah juga menyiapkan posko di Desa Payung. Langkah ini menunjukkan kesiapsiagaan tetap dilakukan saat evakuasi desa tersebut ditunda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Karo, IDN Times –  Sebanyak 650 warga Desa Kuta Tengah, Kabupaten Karo, telah dievakuasi ke lokasi pengungsian menyusul peningkatan aktivitas Gunung Sinabung hingga Kamis (3/9/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo menyebut ada 207 Kepala Keluarga dari Kuta Tengah sudah berada di lokasi pengungsian.

Sekretaris BPBD Kabupaten Karo, Gelora Sembiring Pandia, mengatakan warga yang mengungsi merupakan seluruh penduduk Desa Kuta Tengah. Mereka dievakuasi ke Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran.

1. Meski di pengungsian, warga masih diperbolehkan ke kebun

Petani tetap beraktivitas di tengah intensitas erupsi Gunung Api Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Kamis (3/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Gelora mengatakan seluruh warga Desa Kuta Tengah telah berada di tempat pengungsian. Meski demikian, pada siang hari sebagian warga masih diperbolehkan pergi ke ladang.

"Ini seluruh warga. Seluruh warga sudah di sini. Cuman kalau siang gini kan sebagian ke ladang. Cuman kalau malam sebagian kan menjaga rumah dan ternak,” kata Gelora.

Menurut Gelorasimiring, kebutuhan warga selama berada di pengungsian juga telah disiapkan sesuai prosedur penanganan pengungsi.

"Sesuai dengan SOP penanganan pengungsi semua sudah disediakan."

2. Fasilitas pengungsian disebut sudah disiapkan

Anak-anak penyinta erups Gunung Api Sinabung bermain bersama polisi di pengungsian Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran, Kamis (3/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

BPBD Karo menyebut seluruh kebutuhan pengungsi telah diupayakan sesuai dengan standar operasional penanganan pengungsi. Pemerintah daerah juga mengklaim telah memaksimalkan potensi yang tersedia untuk menangani warga terdampak.

"Semua sudah full kita buat, kita maksimalkan semua potensi yang ada,” ungkapnya.

Hingga saat ini, evakuasi yang telah dilakukan baru mencakup warga Desa Kuta Tengah.

2. Evakuasi Desa Payung ditunda karena kondisi fluktuatif

Erupsi Gunung Sinabung terpantau dari Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, sekitar pukul 00.43 WIB, Kamis (3/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Berbeda dengan Kuta Tengah, warga Desa Payung yang sebelumnya direncanakan untuk dievakuasi belum dipindahkan ke lokasi pengungsian.

Gelora menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi aktivitas gunung yang dinilai masih fluktuatif. Selain itu, radius enam kilometer yang menjadi perhatian tidak mencakup seluruh wilayah desa.

"Yang pertama, itu kalau kita lihat kan ini fluktuatif. Jadi ada penurunan, jadi radius 6 kilometer itu sebetulnya kan tidak semua desa itu, sebagian. Jadi akhirnya berembuk dengan warga untuk mereka kita tunda, namun kita buat posko di sana, Pak. Untuk waspadanya."

Dengan demikian, untuk sementara warga Desa Payung belum dievakuasi. Pemerintah daerah tetap menyiapkan posko di wilayah tersebut sebagai langkah kesiapsiagaan apabila kondisi kembali meningkat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article