Disdikbud Medan bersama KPOTI menggelar festival permainan tradisional dalam rangka HUT ke-81 RI (IDN Times/Indah Permata Sari)
Kepala Disdikbud Kota Medan, Ahmad Barli Mulia Nasution, mengatakan kegiatan ini sengaja dihadirkan agar warisan budaya tidak tergerus perkembangan era digital.
"Tujuannya supaya warisan budaya kita tidak hilang. Karena di masa digital ini, anak-anak cenderung menggunakan gawai untuk bermain. Sementara masa kita dulu, bentuk-bentuk permainan tradisional itu seperti yang tadi disebutkan," katanya.
Menurut Barli, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperluas interaksi sosial.
"Kalau gawai kan berbentuk individual. Kalau permainan di sini saling bersilaturahmi, bekerja sama sehingga menciptakan budaya-budaya kita yang telah lalu," ucapnya.
Dia menambahkan, Disdikbud Kota Medan juga akan menggelar kegiatan berbalas pantun di Taman Cadika Medan pada minggu depan. Kegiatan itu merupakan bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan RI.
"Ini kita lakukan rutin per tahun dan sudah beberapa tahun berjalan. Jadi perlombaan tidak hanya seperti yang tadi disebutkan, tapi setiap tahun berganti agar permainan tradisional yang lainnya juga dikenal oleh anak-anak kita," ujar Barli.