Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
650 Pelajar Medan Main Guli hingga Ketapel Sambut HUT ke-81 RI
Disdikbud Medan bersama KPOTI menggelar festival permainan tradisional dalam rangka HUT ke-81 RI (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Disdikbud dan KPOTI Kota Medan menggelar festival permainan tradisional di Taman Budaya pada 15 Agustus 2026, melibatkan 650 peserta PAUD hingga SMP dalam perayaan HUT ke-81 RI.
  • Lomba mencakup guli, ketapel, karet yeye, bolak-balik balok, pecah piring, congklak, dan guli paku, dengan tujuan melestarikan budaya serta mengurangi ketergantungan anak pada gawai.
  • Penyelenggara menilai permainan tradisional mendorong silaturahmi dan kerja sama; kompetisi dari 20 kecamatan dan 32 SMP berlanjut melalui perempat final, semifinal, hingga final.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu 15 Agustus 2026

Disdikbud Kota Medan dan KPOTI Kota Medan menggelar Festival Permainan Tradisional di Taman Budaya Kota Medan. Sebanyak 650 peserta PAUD hingga SMP mengikuti berbagai perlombaan untuk mengurangi ketergantungan pada gawai.

minggu depan

Disdikbud Kota Medan akan menggelar kegiatan berbalas pantun di Taman Cadika Medan sebagai bagian perayaan Hari Kemerdekaan RI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Festival permainan tradisional digelar dengan lomba guli, ketapel, karet yeye, bolak-balik balok, pecah piring, congklak, guli paku, dan mewarnai merah putih.
  • Who?
    Disdikbud Kota Medan dan KPOTI Kota Medan melibatkan 650 peserta PAUD hingga SMP dari seluruh Kota Medan.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Taman Budaya Kota Medan, Sumatera Utara.
  • When?
    Festival dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.
  • Why?
    Kegiatan bertujuan melestarikan permainan tradisional, mengurangi ketergantungan anak pada gawai, serta mendorong interaksi sosial dan kerja sama.
  • How?
    Peserta mengikuti perlombaan berdasarkan jenjang pendidikan; pertandingan dilanjutkan ke perempat final, semifinal, dan final untuk menentukan pemenang tiap kategori.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Medan, 650 anak ikut festival permainan lama di Taman Budaya. Mereka main guli, ketapel, tali, congklak, dan permainan lain. Ada juga anak PAUD yang mewarnai merah putih. Guru dan panitia ingin anak-anak tidak terlalu sering main gawai. Sekarang lomba akan lanjut sampai ada pemenangnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Festival permainan tradisional di Medan menghadirkan ruang belajar yang hidup bagi ratusan siswa untuk mengenal warisan budaya sambil membangun interaksi, kerja sama, dan silaturahmi. Keterlibatan peserta dari PAUD hingga SMP serta variasi lomba menunjukkan upaya yang teratur untuk membuat permainan rakyat tetap dekat dengan generasi muda di tengah kebiasaan bermain gawai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud Kota Medan bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Medan menggelar festival permainan tradisional dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kegiatan berlangsung di Taman Budaya Kota Medan, Sabtu 15 Agustus 2026, dan diikuti 650 peserta dari jenjang PAUD hingga SMP se-Kota Medan.

1. Beberapa permainan tradisional dilombakan

Disdikbud Medan bersama KPOTI menggelar festival permainan tradisional dalam rangka HUT ke-81 RI (IDN Times/Indah Permata Sari)

Beberapa permainan yang dilombakan antara lain guli, ketapel, main tali atau yeye, bolak-balik balok, hingga pecah piring.

Festival ini juga bertujuan mengalihkan anak-anak dari ketergantungan gawai melalui pelestarian warisan budaya.

2. Cegah anak ketergantungan gawai

Disdikbud Medan bersama KPOTI menggelar festival permainan tradisional dalam rangka HUT ke-81 RI (IDN Times/Indah Permata Sari)

Kepala Disdikbud Kota Medan, Ahmad Barli Mulia Nasution, mengatakan kegiatan ini sengaja dihadirkan agar warisan budaya tidak tergerus perkembangan era digital.

"Tujuannya supaya warisan budaya kita tidak hilang. Karena di masa digital ini, anak-anak cenderung menggunakan gawai untuk bermain. Sementara masa kita dulu, bentuk-bentuk permainan tradisional itu seperti yang tadi disebutkan," katanya.

Menurut Barli, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperluas interaksi sosial.

"Kalau gawai kan berbentuk individual. Kalau permainan di sini saling bersilaturahmi, bekerja sama sehingga menciptakan budaya-budaya kita yang telah lalu," ucapnya.

Dia menambahkan, Disdikbud Kota Medan juga akan menggelar kegiatan berbalas pantun di Taman Cadika Medan pada minggu depan. Kegiatan itu merupakan bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan RI.

"Ini kita lakukan rutin per tahun dan sudah beberapa tahun berjalan. Jadi perlombaan tidak hanya seperti yang tadi disebutkan, tapi setiap tahun berganti agar permainan tradisional yang lainnya juga dikenal oleh anak-anak kita," ujar Barli.

3. Libatkan 650 peserta

Disdikbud Medan bersama KPOTI menggelar festival permainan tradisional dalam rangka HUT ke-81 RI (IDN Times/Indah Permata Sari)

Ketua KPOTI Kota Medan, Masnur Lukito, merinci festival tahun ini mengusung format 8+1 kegiatan. Rinciannya, 100 anak PAUD mengikuti lomba mewarnai merah putih.

Untuk tingkat SD, lomba yang digelar meliputi guli, karet yeye, bolak-balik balok, dan ketapel dengan peserta dari 20 kecamatan. Sementara tingkat SMP melombakan pecah piring, congklak, dan guli paku yang diikuti 32 SMP di Kota Medan.

"Jadi plus satunya tadi adalah PAUD. Sebanyak 100 siswa PAUD tadi sudah mengikuti lomba mewarnai merah putih," kata pria yang akrab disapa Bang Luki itu.

Permainan akan berlanjut ke babak perempat final, semifinal, hingga final untuk menentukan pemenang dari berbagai kategori lomba.

Editorial Team

Related Article