Medan, IDN Times – Enam bulan setelah bencana banjir dan longsor melanda puluhan kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai penanganan korban masih jauh dari memadai. Konsorsium Perempuan Sumatera Mampu (PERMAMPU), Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput (FKPAR) Sumatera, serta jaringan CSO dari tiga provinsi tersebut mendesak pemerintah mempercepat pemulihan dengan mengedepankan tata kelola lingkungan dan pemenuhan hak-hak penyintas sesuai standar kemanusiaan internasional SPHERE.
Mereka menyoroti masih banyaknya korban yang tinggal di hunian sementara kurang layak, minimnya layanan dasar, hingga lambannya pembangunan hunian tetap dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
