5 Tips Produktif di Bulan Ramadan, Meski Puasa Tetap Jaga Asa

1. Menyusun target dan agenda

Langkah pertama adalah menyusun target dan agenda. Misal, tahun ini kita punya target untuk menuntaskan bacaan Al-Qur'an tiga puluh juz sebanyak dua kali. Maka sudah barang tentu agenda kita setiap hari adalah mengaji.
Nah, dengan menyusun agenda, kita jadi punya acuan. Tinggal bagaimana kita mengikutinya. Agar apa yang sudah kita tergetkan itu bisa tercapai. Selain itu, agenda yang jelas juga membantu kita untuk menemukan fokus.
2. Menjalankannya satu persatu

Setelah punya agenda, maka langkah selanjutnya adalah action. Kan percuma kalau kita sudah capek-capek membuatnya, malah terkesan tidak ada gunanya. Hanya jadi pajangan saja. Itu sama dengan bohong.
Maka, mari hindari itu. Jalankan apa yang sudah direncanakan. Tidak usah terburu-buru. Santai saja. Kita bisa memulai dengab membaca Al-Qur'an setiap sehabis salat fardu. Usahakan jangan terputus. Dengan begitu, mencapai target kita adalah sesuatu yang realistis.
3. Jaga konsistensi selama Ramadan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, usahakan tetap jaga konsistensi. Memang sulit, tapi bukan hal yang mustahil kan. Olehnya itu, mari kita berupaya dengan maksimal. Agar Ramadan kita tidak sia-sia.
Dengan waktu yang hanya sebulan, kita tidak pantas untuk membuang-buang waktu. Ramadan jadi momen yang tepat untuk kita menempa diri. Belajar untuk manajemen waktu. Harapannya kebiasaan itu terbawa sampai selepas Ramadan.
4. Perhatikan waktu tidur dan istirahat

Nah, ini jadi bagian yang tidak kalah krusial. Jangan sampai luput untuk beristirahat. Sebab tubuh kita tidak boleh dipaksakan. Maka kita harus mengambil jeda. Tidak usah lama-lama, cukup tiga puluh menit. Kemudian kita bergerak lagi.
Sama halhnya dengan waktu tidur. Tidak boleh dianggap sepele. Ingat, kita perlu untuk bangun sahur sebelum subuh. Maka, kalau kita telat untuk tidur, bisa-bisa bablas sampai pagi. Sudah tidak makan sahur, tidak salat subuh pula. Jadinya kita berpotensi malas. Sebab kita memulai hari dengan awal yang amburadul.
5. Jangan lupa jaga kebugaran dengan olahraga ringan

Olahraga juga itu perlu meski tengah berpuasa. Tidak mesti yang berat. Cukup yang ringan saja. Seperti beberes rumah di pagi hari, atau lari-lari santai dengan durasi lima belas sampai dua puluh menit. Itu sudah cukup membuat tubuh kita tetap fit. Asalkan ia dilakukan setiap hari.
Jadi, puasa bukan menjadi alasan untuk kita pasrah dengan keadaan. Justru sebaliknya, kita harus menantang diri. Menghiasi puasa kita dengan aktifitas yang produktif juga bernilai ibadah. Sehingga Ramadan kita memancarkan cahaya yang cerah untuk diri kita. Juga untuk orang-orang di sekitar kita.



















