Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Fakta Unik Oblok-oblok Ayam Khas Simalungun, Pedasnya Menggigit!
ilustrasi oblok-oblok ayam. pexels.com/Muhammad Khawar Nazir
  • Oblok-oblok ayam merupakan lauk khas Simalungun yang disajikan dengan nasi putih, bercita rasa gurih, pedas menggigit, dan bertekstur empuk.
  • Cita rasanya berasal dari andaliman yang memberi sensasi getar di lidah serta asam sikala yang menambah aroma khas dan rasa asam segar.
  • Hidangan ini dimasak tanpa santan dan menggunakan panci presto agar bumbu meresap serta kuah mengental, berbeda dari oblok-oblok Jepara berbahan daun singkong.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Oblok-oblok ayam adalah hidangan khas dari Simalungun, Sumatera Utara. Makanan ini biasanya dijadikan sebagai lauk yang disajikan bersama nasi putih. Oblok-oblok ayam Simalungun memiliki keunikan tersendiri dibanding masakan ayam pada umumnya, baik dari penggunaan bumbu maupun cara pengolahannya. 

Teknik memasak yang tidak biasa membuat tekstur daging ayam dalam makanan ini menjadi lebih lembut. Olesan bumbu khas Batak menyuguhkan rasa gurih nikmat dan pedas yang menggigit.

Tak heran, oblok-oblok ayam menjadi kuliner yang cukup digemari masyarakat setempat karena cita rasanya yang melokal. Namun, banyak pelancong yang turut terpikat dengan sajian ini karena kelezatannya yang mampu membuat lidah kebas.

Di balik sensasi rasa autentik, oblok-oblok ayam Simalungun menyimpan sejumlah fakta unik yang menjadikannya semakin istimewa dibanding olahan ayam lainnya.

1. Menggunakan Andaliman dan Asam Sikala

ilustrasi andaliman. (istockphoto.com)

Oblok-oblok ayam Simalungun memiliki cita rasa unik berkat perpaduan rempah khas yang digunakan dalam proses memasaknya. Pedas andaliman yang autentik memberikan sensasi getar di lidah penikmatnya, membuat rasa pedasnya berbeda dari cabai biasa. Rempah ini memang menjadi salah satu kunci utama yang membuat hidangan ini begitu istimewa.

Sentuhan asam sikala dalam masakan ini menghadirkan aroma wangi khas dan sedikit rasa asam menyegarkan. Kombinasi gurih, pedas, asam yang menyatu sempurna dijamin bikin ketagihan.

2. Tanpa Santan

ilustrasi kelapa. pexels.com/Alex P

Berbeda dengan banyak masakan berkuah di Sumatera Utara yang umumnya menggunakan santan, oblok-oblok ayam dimasak tanpa santan. Ini membuat hidangan menjadi lebih segar dan nyaman di lidah.

Cara ini juga membuat olahan lebih sehat karena tanpa lemak jenuh yang terkandung dalam santan. Jadi oblok-oblok ayam bisa menjadi pilihan pas saat kamu menginginkan menu dengan rasa yang tajam, namun tetap rendah lemak.

3. Dimasak Menggunakan Panci Presto

ilustrasi oblok-oblok ayam. pexels.com/Nonik Yench

Proses memasak oblok-oblok ayam biasanya menggunakan panci presto supaya bumbu halus meresap sempurna ke dalam daging ayam. Pengolahan dimulai dengan memasak ayam yang sudah dibaluri bumbu hingga setengah matang. Kemudian buka tutup presto agar bumbu semakin meresap dan kuah mengental, sehingga menghasilkan rasa khas dan tekstur ayam yang empuk.

Teknik ini menjadi salah satu rahasia kelezatan oblok oblok ayam Simalungun yang pekat dan menggugah selera, berbeda dibanding hidangan lainnya.

4. Oblok-Oblok Ayam Simalungun Berbeda dengan Daerah Lain

ilustrasi andaliman. (istockphoto.com)

Oblok-oblok ayam Simalungun berbeda dengan makanan yang memiliki nama serupa di daerah lain. Di Jepara, "oblok-oblok" merujuk pada olahan daun singkong dengan kuah santan, sangat jauh berbeda dari oblok-oblok ayam khas Simalungun.

Proses memasaknya juga melibatkan penumisan bumbu hingga harum sebelum dicampur dengan daun singkong dan santan, berbanding terbalik dengan teknik memasak oblok-oblok ayam Simalungun yang tanpa santan dan lebih menonjolkan perpaduan rasa pedas bercampur gurih dari rempah khas Batak seperti andaliman dan asam sikala.

Meskipun memiliki nama yang sama, bahan dan cita rasa oblok-oblok ayam Simalungun yang autentik membuatnya berbeda dengan sajian dari belahan nusantara lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article