Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Mukhlisin di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara sedekahkan sampah ke Bank Sampah Berseri (dok.Inalum)

Batubara, IDN Times – Botol plastik, kaleng, dan kardus bekas mungkin terlihat seperti barang tak terpakai. Namun, bagi ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Mukhlisin di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, sampah tersebut punya arti berbeda.

Mereka mengumpulkan sampah anorganik untuk disedekahkan. Hasil penjualannya akan digunakan membantu kebutuhan sekolah 12 teman mereka yang yatim dan berasal dari keluarga kurang mampu.

1. Program ini melibatkan 248 siswa

Siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Mukhlisin di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara sedekahkan sampah ke Bank Sampah Berseri (dok.Inalum)

Program bertajuk Sedekah Sampah Bantu Anak Yatim Sekolah ini melibatkan 248 siswa dari total 406 murid MIS Al Mukhlisin. Mereka berasal dari sembilan kelas, mulai tingkat tiga hingga enam.

Sampah yang dikumpulkan meliputi botol plastik, kaleng, dan kardus bekas. Setiap kelas telah menyediakan tempat pengumpulan agar siswa bisa menyetorkan sampah yang mereka bawa.

Petugas Bank Sampah Berseri kemudian menimbang sampah tersebut setiap Rabu dan Sabtu sebelum membawanya ke bank sampah untuk dijual. Pengumpulan ini ditargetkan mencapai 35 kilogram setiap bulan.

Uang hasil penjualan nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak yatim, seperti tas, sepatu, dan seragam sekolah.

1. Mengajarkan Anak Berbagi Lewat Sampah

Siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Mukhlisin di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara sedekahkan sampah ke Bank Sampah Berseri (dok.Inalum)

Program ini diinisiasi Bank Sampah Berseri, kelompok binaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), bersama MIS Al Mukhlisin. Berbeda dari sistem bank sampah pada umumnya yang mencatat hasil setoran sebagai tabungan masing-masing anggota, sampah yang dikumpulkan para siswa dihimpun sebagai sedekah bersama.

Pembina Bank Sampah Berseri, Dedi Syahputra, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar mengajak siswa memilah sampah. Lebih dari itu, mereka diajak memahami bahwa berbagi tidak selalu harus menggunakan uang.

“Sedekah sampah ini harapannya untuk menumbuhkan kesadaran anak-anak bahwa sedekah itu tidak harus uang. Mereka bisa membantu sesama kawannya dan bertanggung jawab dengan sampahnya,” ujar Dedi.

Kepala MIS Al Mukhlisin, Devi Apriani, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap hasil penjualan sampah bisa membantu memenuhi perlengkapan sekolah siswa yang membutuhkan.

“Berapapun yang kami dapat dari bank sampah, nanti juga kami belikan tas sekolah atau sepatu, yang bermanfaat untuk anak-anak itu,” kata Devi.

Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga melihat langsung bagaimana kebiasaan sederhana dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

3. Bank Sampah Berseri Kembangkan Ekonomi Sirkular

Siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Mukhlisin di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara sedekahkan sampah ke Bank Sampah Berseri (dok.Inalum)

Bank Sampah Berseri merupakan kelompok binaan INALUM yang mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan pendekatan ekonomi sirkular.

Aktivitas kelompok ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan dan penjualan sampah anorganik. Mereka juga mengembangkan kegiatan produktif lain, seperti budidaya tanaman hidroponik, peternakan ayam petelur, budidaya maggot, dan perikanan.

Bupati Batubara, Baharuddin Siagian, turut mengapresiasi sistem pengelolaan yang dikembangkan kelompok tersebut. Menurutnya, berbagai kegiatan produktif yang saling terhubung menjadi inovasi menarik dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Kepala Departemen Pemberdayaan Masyarakat INALUM, Ali Hasian, mengatakan program Sedekah Sampah memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.

Ia berharap kegiatan tersebut bisa menginspirasi sekolah dan komunitas lain untuk membiasakan pemilahan sampah sekaligus membangun semangat berbagi.

Editorial Team

Related Article