Ilustrasi kekerasan/penganiayaan. (IDN Times/ Agung Sedana)
Kata Ella, polisi hendak membawa becaknya karena dikira dipakai para pelaku untuk beraksi. Ella berkeras dan meminta bukti kepada polisi. Namun polisi tidak bisa menunjukkannya.
“Karena gak mau ku lepas becakku, jadi (tiba-tiba) siku polisi tangannya melayang ke mulutku semalam. Karena dikira polisinya, becak ini dipakai pencuri ini (pelaku curanmor) padahal becak saya tidak ada sama sekali sangkut pautnya," ujarnya.
Kata Ella dari 5 polisi yang berada di sana ada 2 orang yang menganiayanya. "Jadi mulutku semalam berdarah, lalu mukaku ditampar, bibirku (kena) siku," ungkapnya.
Namun kata dia setelah kejadian itu, oknum polisi yang diduga menganiaya Ella mendatanginya dan meminta maaf, pada Jumat (23/2/2024). Kedua pihak pun sepakat berdamai. "Iya bang sudah damai kami,"ujarnya.
Meskipun Ella tetap tetap berharap agar kedua pelaku diberi hukuman yang setimpal. "Walaupun sudah damai (saya berharap pelaku) dikasih hukuman, yang sesuai dengan hukuman yang berlaku," harapnya.
Sementara itu Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Teddy John Sahala Marbun saat dikonfirmasi, masih akan mengecek dugaan penganiayaan yang dilakukan anggotanya itu.
"Terima kasih informasinya, dicek dulu ya," ujarnya