Ilustrasi anak stunting. (Stunting.brecorder.com)
Walikota Binjai Amir Hamzah mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Binjai sebagai tuan rumah Hari Makan Ikan kolaborasi antara PKK Sumut, Dinas Kelautan Sumut, Dinas Kesehatan Sumut, serta stakeholder lainnya.
Amir Hamzah menyampaikan, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), tahun 2021 stunting di Kota Binjai berada diangka 21,7 persen dan tahun 2022 sekitar 18,7 persen.
Pada 2021 prevalansi stunting di Kota Binjai di angka 21,7 persen, waktu itu kami masih zona kuning. Namun di tahun 2022 stuntingnya turun 18,7 persen. Kami masuk zona hijau. Artinya ada penurunan 3 persen dalam kurun waktu 1 tahun.
Selain itu dalam penurunan angka stunting, Pemko Binjai meluncurkan Program Binjai Smoting (Semangat Menuju Zero Stunting) melalui implementasi gerakan bapak asuh bagi Balita stunting dan keluarga risiko stunting.
"Kami libatkan semua stakeholder dan donatur, di mana Pemko Binjai ada program makan bagi anak-anak stunting dan keluarga risiko stunting di seluruh kecamatan Binjai. Kami datangi rumah orang tua yang anaknya stunting. Kalau kami bilang di sini keroyokan Pak Pj Gubenur. Jadi saya optimis angka stunting di Kota Binjai dapat kita tekan di bawah 14% pada tahun 2024 agar kita berhasil menciptakan generasi berkualitas emas dan menikmati bonus demografi pada tahun 2045," katanya.