Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tekan Stunting, Pemprov Sumut Kampanyekan Makan Ikan
ilustrasi bahan ikan salmon (pexels.com/Huy Phan)

Medan, IDN Times – Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menarget menekan angka prevalensi stunting hingga 14 persen pada 2024. Target ini cukup tinggi dari tahun sebelumnya pada 21,1 persen.

Untuk menekan angka itu, pemerintah mengampanyekan makan ikan untuk perbaikan gii keluarga dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Gubenur Sumut Hassanudin saat menghadiri kegiatan Hari Makan Ikan di Rumah Pangan di Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Kamis (14/12/2023).

"Terus kita kampanyekan makan ikan ini untuk menekan prevalensi stunting di Sumut,” katanya.

1. Penurunan stunting untuk cetak generasi cerdas

ilustrasi ikan makarel (unsplash.com/Paul Einerhand)

Penekanan angka stunting, kata Hassanudin adalah tanggung jawab bersama. Khususnya untuk mencetak generasi cerdas dan sehat.

Penekanan angka stunting harus dilakukan dengan berkolaborasi.

2. Imbau ibu-ibu masak ikan untuk keluarga setiap hari

ilustrasi ikan tongkol (pexels.com/Engin Akyurt)

Hassanudin juga berpesan kepada ibu-ibu, agar dapat menyediakan menu berbahan ikan dalam setiap makanan di keluarganya masing-masing.

"Saya titip ke ibu-ibu, kita siapkan generasi emas Indonesia, khusunya Sumut, agar bonus demografi ini, kita memiiliki generasi emas yang sehat, cerdas," harapnya.

3. Angka stunting di Kota Binjai masih aman

Ilustrasi anak stunting. (Stunting.brecorder.com)

Walikota Binjai Amir Hamzah mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Binjai sebagai tuan rumah Hari Makan Ikan kolaborasi antara PKK Sumut, Dinas Kelautan Sumut, Dinas Kesehatan Sumut, serta stakeholder lainnya.

Amir Hamzah menyampaikan, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), tahun 2021 stunting di Kota Binjai berada diangka 21,7 persen dan tahun 2022 sekitar 18,7 persen.

Pada 2021 prevalansi stunting di Kota Binjai di angka 21,7 persen, waktu itu kami masih zona kuning. Namun di tahun 2022 stuntingnya turun 18,7 persen. Kami masuk zona hijau. Artinya ada penurunan 3 persen dalam kurun waktu 1 tahun.

Selain itu dalam penurunan angka stunting, Pemko Binjai meluncurkan Program Binjai Smoting (Semangat Menuju Zero Stunting) melalui implementasi gerakan bapak asuh bagi Balita stunting dan keluarga risiko stunting.

"Kami libatkan semua stakeholder dan donatur, di mana Pemko Binjai ada program makan bagi anak-anak stunting dan keluarga risiko stunting di seluruh kecamatan Binjai. Kami datangi rumah orang tua yang anaknya stunting. Kalau kami bilang di sini keroyokan Pak Pj Gubenur. Jadi saya optimis angka stunting di Kota Binjai dapat kita tekan di bawah 14% pada tahun 2024 agar kita berhasil menciptakan generasi berkualitas emas dan menikmati bonus demografi pada tahun 2045," katanya.

Editorial Team

Related Article