Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rumah Polwan Diserang 'Gangster', Seorang Polisi Luka Parah Dibacok
Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Medan, IDN Times – Sekelompok orang diduga gangster menyerang rumah seorang personel Polisi Wanita (Polwan) di Kompleks Kalpatra Indah, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan. Video dugaan penyerangan itu viral di lini masa media sosial.

Puluhan orang itu datang ke rumah yang dihuni Aiptu Surya Ningsih dan suaminya Edi Susanto. Dalam peristiwa itu, Edi juga diserang. Nahasnya, adik Surya Ningsih, Aipda Eko Suqiawan terkena bacokan dari para pelaku.

"Mereka langsung menyerang saya, mobil hancur. Mereka pakai senjata samurai (pedagang), stik golf macam-macam lah yang dibawa mereka. Mobil dihancurin, masuk juga tombak ke dalam mobil," kata Edi Susanto.

1. Saat kejadian, Edi dan adiknya tidak berada di rumah

Ilustrasi Penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Malam mencekam itu terjadi pada Jumat (22/10/2021). Edi dan Aipda Eko sedang tidak berada di rumah. Mereka mendapat kabar dari Surya Ningsih, jika rumah sudah dikepung.

Mendapat kabar itu, keduanya langsung bergegas pulang. "Begitu mau masuk ke komplek, saya lihat sudah ramai kali komplek, jadi saya menepi di depan komplek," ujarnya.

Tidak lama kemudian, sekelompok orang yang sempat mendatangi dan melakukan pengrusakan di rumahnya itu melintas. Iring-iringan mobil satu persatu melintas mengarah ke luar komplek.

2. Salah satu mobil 'gangster' berhenti, Edi dan adiknya dikejar

Ilustrasi Garis Polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Di sela iring-irigan, salah satu mobil berhenti. Diduga karena mereka melihat mobil yang dikendarai Edi.

"Ada yang tanda dengan mobil saya di mobil Taft dan nunjuk-nunjuk ke arah saya. Saat itu lah mereka langsung turun dan menyerang saya. Sebelum mereka menyerang, saya mendengar suara letusan senjata api," ungkapnya.

Panik, Edi langsung tancap gas masuk ke arah komplek. Namun, adiknya masih dikejar pelaku.

"Adik saya dikejar paka kelewang, saya tidak mungkin menyelamatkannya, karena ramai sekali ada sekitar 70 orang lebih," kata Edi.

3. Korban dianiaya dan mendapat luka bacok

Ilustrasi TKP (IDN Times/Arief Rahmat)

Edi berhasil menyelamatkan diri. Namun adiknya dianiaya. Setelah puas menganiaya, para pelaku langsung melarikan diri. Aipda Eko mengalami luka bacok dan bersimbah darah.

Kasus tersebut kata Edi sudah dilaporkannya ke Polsek Medan Helvetia dengan laporan nomor STTLP/433/X/2021/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK.MEDAN HELVETIA. Kabar terkini, kasus itu ditarik ke Polrestabes Medan untuk penanganannya.

"Kami dapat informasi laporan ditarik dan ditangani di Polrestabes Medan," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article