Pipa Gas PT TGI di Riau Meledak, Rumah Warga Terbakar dan 8 Terluka

- 8 warga alami luka bakar ringan
- Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil, sementara ini ada 3 unit rumah warga yang hangus terbakar. Warga yang terdampak kebakaran, terpaksa mengungsi.
- Berdasarkan cerita warga setempat pada sore itu, awalnya mereka mendengar dentuman suara ledakan yang
Indragiri Hilir, IDN Times- Pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, mengalami kebocoran, Jumat (2/1/2026) sore, sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat kebocoran itu, menyebabkan kebakaran, dengan ketinggian semburan api mencapai 15 meter lebih.
Api berhasil dipadamkan setelah memakan waktu sekitar 13 jam 35 menit. Dimana, kobaran api itu padam pada Sabtu (3/1/2026) subuh, sekitar pukul 05.35 WIB, dengan cara dilakukan penutupan kompresor dan menutup seluruh section valve terdekat untuk menghentikan kebocoran.
Akibat peristiwa itu, pihak kepolisian setempat menutup jalan, karena sangat membahayakan pengguna jalan.
Terkait peristiwa ini, Corporate Secretary PT TGI Emil Ismail dalam rilisnya mengatakan, bahwa prioritas utama perusahaan adalah memastikan pengamanan lokasi dan keselamatan masyarakat serta melakukan pemulihan operasional secepatnya. Seluruh tahapan penanganan dilakukan mengikuti standar Health, Safety, Security, and Environment atau HSSE oleh personel yang berkompeten.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berkomitmen penuh untuk memastikan keselamatan semua pihak. Kami juga terus memantau tekanan jaringan dan menyiagakan tim untuk memastikan kondisi tetap aman,” kata Emil, Sabtu (3/1/2026).
Lebih lanjut Emil menyampaikan, PT TGI saat ini terus melakukan pemulihan jaringan pada insiden kebocoran pipa gas di Kabupaten Inhil tersebut. Selain itu, PT TGI juga melakukan proses investigasi untuk mengetahui penyebabnya.
"Saat ini perusahaan fokus pada upaya perbaikan pipa yang diperkirakan memakan waktu maksimal 5 hari ke depan dan dilakukan monitoring tekanan gas kepada shipper dan buyer di Grissik-Duri. Kami juga terus meminimalkan dampak lingkungan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait," ujar Emil.
Untuk diketahui, PT TGI didirikan pada tahun 2002 sebagai perusahaan patungan antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, Transasia Pipeline Pvt Ltd dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai dan Pensiunan PGN (YKPP PGN). Dengan proporsi saham masing-masing sebesar 59,87 persen, 40 persen dan 0,13 persen.
1. Sebanyak 8 warga alami luka bakar ringan

Dalam kejadian itu, ada 8 orang yang menjadi korban. Mereka mengalami luka bakar ringan. Terkait hal ini, Emil menyebut para korban telah mendapatkan perawatan medis dan sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
"PT TGI berkomitmen untuk bertanggung-jawab penuh atas semua dampak yang ditimbulkan," ucap Emil.
2. Tiga rumah warga hangus terbakar

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil, sementara ini ada 3 unit rumah warga yang hangus terbakar.
"Data sementara 3 unit rumah yang terbakar. Nanti kami pastikan lagi berapa total yang terdampak, karena kami masih melakukan pendataan," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil R Arliansyah.
Warga yang terdampak kebakaran, dilanjutkan Arliansyah, terpaksa mengungsi. Mereka mengungsi ke rumah keluarga dan tetangganya.
"Warga yang mengungsi ada beberapa orang. Mereka mengungsi mandiri. Ada yang ke rumah keluarga dan tetangganya. Posko darurat tidak ada, karena di sini warga ada keluarganya dan fasilitas lainnya masih ada juga," lanjutnya.
3. Diawali suara ledakan yang keras

Berdasarkan cerita warga setempat pada sore itu, awalnya mereka mendengar dentuman suara ledakan yang keras, yang berasal dari pipa gas tanam milik PT TGI. Tidak lama kemudian, api terlihat menyembur ke udara dari lokasi pipa dan menyebabkan kebakaran.
Atas hal tersebut, warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Karena dentuman suara ledakan itu mencapai radius 1 kilometer.
"Cerita warga lebih dari 15 meter ketinggian apinya," kata Arliansyah.
Saat terjadi ledakan, warga berusaha menjauh dari lokasi kebakaran. Terlebih pipa gas tersebut berdekatan dengan permukiman warga.
"Karena kan hampir sepanjang jalan lintas timur ini jalur pipa gas, yang berdekatan dengan permukiman warga. Makanya warga panik," tutur Arliansyah.
















