Lokasi penemuan mayat perempuan di kebun sawit Desa Sampali (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Polisi masih belum dapat memastikan motif pelaku membunuh korbannya. Termasuk apakah dalam hal ini ada motif asmara yang melatarbelakanginya.
"Motif sangat subjektif. Itu kita lakukan pendalaman lebih lanjut. Ada cerita tentang kedekatan pelaku dengan korban (asmara). Tapi saya rasa ini sangat subjektif. Motif tersebut tidak logis dijadikan alasan menghilangkan nyawa korban. Hubungan kedekatan pribadi antara korban dan pelaku mungkin ada mis (komunikasi), kemudian memblokir kontaknya dan sudah lama gak komunikasi. Pada saat hari ulang tahun ini baru ada komunikasi," tutur Kapolrestabes Medan.
Ia menepis dugaan bahwa korban meninggal dunia dalam kondisi hamil. Dari hasil visum, korban hanya dalam kondisi menstruasi.
"Korban dianiaya terlebih dahulu, dicekik, kemudian dipukul, diinjak tulang rusuknya (sampai patah), kemudian ditikam. Pisau ini subjektif. Kami akan membuktikan nanti apakah pisau ini sudah dipersiapkan pelaku. Karena kalau profesi pelaku tukang, bukan ini pisaunya. Ini pisau dapur," pungkasnya.