IDN Times/Fadli Syahputra
Di kesempatan yang sama, Menteri BUMN, Rini Soemarno memberikan apresiasi terhadap transformasi yang dilakukan Pelindo 1. Menteri Rini mengharapkan Pelindo 1 bisa memanfaatkan potensi besar yang dimiliki untuk terus memberikan pelayanan terbaik.
“Pelindo 1 merupakan pintu utama untuk Asia bagian barat. Harapannya Pelindo 1 bisa menjadi operator pelabuhan berstandar internasional dan mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk mendukung percepatan pembangunan nasional," harap Rini.
Rini juga menargetkan Pelindo 1 meraih pendapatan minimal Rp 1 Triliun di tahun 2019.
Lokasi pelabuhan yang strategis menjadi satu alasan Rini bahwa Pelindo 1 mampu mencapai target pendapatan tersebut.
“Di 2018, sudah ada 25 perusahaan yang pendapatannya diatas 1 trilyun. Saya harapkan Pelindo 1 bisa masuk dalam perusahan tersebut,” ujarnya.
Wanita kelahiran Maryland, Amerika Serikat ini menjelaskan, faktor geografis menjadi modal utama bagi Pelindo 1 untuk mencapai target itu. Sebagai kawasan yang menjadi pintu utama masuknya barang-barang impor, Pelindo 1 diharapkan menjadi operator pelabuhan yang berstandar internasional.
Pemerintah juga akan terus mendorong upaya-upaya partnertship dengan Pertamina.
Sehingga Pelindo 1 bisa mengelola pelabuhan tempat beroperasinya kegiatan Pertamina. Harapannya dapat memberikan efisiensi bagi Pelindo 1 dan Pertamina. Serta tentunya, bisa meningkatkan pendapatan Pelindo 1 di setiap tahunnya.
Selain itu, Rini menyampaikan, pantai barat dan timur Sumatera mempunyai potensi yang sangat besar. Ditambah dengan letak Kantor Utama Pelindo 1 yang telah berpindah ke dekat pelabuhan, membuat ia semakin yakin Pelindo 1 mampu bangkit dan mempunyai operasi yang lebih besar.
Di sisi lain, Rini juga mengapresiasi para direksi dan karyawan Pelindo 1 khususnya dan BUMN lainnya secara umum, yang terus berupaya maksimal dalam memajukan perekonomian Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan naiknya keuntungan BUMN secara keseluruhan dari Rp 142 triliun di tahun 2014 yang diperkirakan pada diakhir tahun 2018 bisa mencapai Rp 190 triliun. Begitu juga dengan aset BUMN dari Rp 4.500 triliun di akhir tahun 2014, menjadi Rp 8.020 triliun di akhir tahun lalu.
“Saya akan terus menekankan agar BUMN lebih maju dan profesional lagi, agar keuntungan bisa lebih tinggi. Harapannya dengan keuntungan lebih tinggi, bisa turut membantu masyarakat sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera,” tegasnya.