Ilustrasi pemeriksaan hewan ternak. (ANTARA FOTO/Siswowidodo)
Sehubungan dengan penyembelihan dan peredaran daging kurban, Fahrul mengatakan, dalam proses pelaksanaan ibadah kurban tahun ini, pihaknya juga telah meminta kepada panitia penyelenggara agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Terutama untuk memastikan peredaran daging kurban bebas infeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini banyak menyerang hewan ternak,” ucapnya.
Tak hanya itu, beberapa waktu lalu menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, pihaknya telah menginstruksikan dinas terkait dan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan kelayakan hewan kurban.
Bagi masyarakat yang melakukan penyembelihan hewan kurban, juga diminta melakukannya di tempat yang telah disediakan oleh panitia kurban di tingkat desa atau dapat dilakukan di rumah pemotongan hewan.
“Karena dinilai aman dan juga mengacu pada standar keamanan dan kelayakan yang ada,” jelasnya.
Dia berharap semua yang melaksanakan kurban di wilayah Kota Banda Aceh supaya memperhatikan protokol kesehatan, serta memeriksakan terlebih dahulu hewan yang akan dikurbankan ke petugas yang telah diturunkan.
“Dengan harapan, kegiatan kurban tetap dilaksanakan sebagaimana biasanya karena ini merupakan ibadah bagi umat Islam,” sebutnya.