Bagoes membeberkan bahwa rumahnya sudah 2 kali dijarah maling (IDN Times/Eko Agus herianto)
Sementara itu Bagoes (32) yang merupakan suami dari Nisa mengatakan jika ini bukan kali pertama rumahnya dibobol maling. Pada Januari lalu ia dan keluarga harus menerima pil pahit bahwa sepeda motornya yang baru dibeli 2 minggu sudah dicuri oleh maling.
"Kehilangan pertama sepeda motor NMAX. Baru beli, sekitar 2 minggu baru dipakai. Kita baru pindah 7 hari, rupanya kita bangun pagi sudah hilang sepeda motornya. Posisi sepeda motor di dalam rumah saat itu. Keadaan pintu kita dirusak dari luar. Tak ada tanggapan juga dari pihak perumahan. Kita pernah buat laporan ke Polsek Sunggal. Tanggapan mereka akan diproses, namun makin lama makin larut," kata Bagoes.
Saat itu polisi menyuruh Bagoes dan istri untuk melihat di market place, siapa tahu sepeda motor mereka dijual oleh maling. Dan ternyata benar. Bagoes dan istri mengklaim bahwa sepeda motornya dijual di market place.
"Saya coba cek sendiri dengan berpura-pura melakukan COD. Namun saat saya lihat di rangka sepeda motor NMAX tersebut, nomor serinya sama percis seperti di STNK baru saya. Saya saat itu tidak berani bertindak karena banyak preamn di sekitar lokasi kami COD. Terus saya lapor ke polisi. Setelah kita berangkat kembali untuk melakukan COD lagi, pelaku ini sudah tahu kami di mana dan bawa anggota kepolisian. Pelaku juga mondar-mandir, seharusnya itu tinggal kita tangkap saja. Cuma polisi tidak berani. Alasannya, kalau tidak ada barang bukti bagaimana kita mau menangkapnya? Sementara sudah jelas sepeda motor ada di tangan pelaku itu," sesal Bagoes.
Karena telah kali mengalami kehilangan dan rumahnya dibobol oleh maling, Bagoes dan istri berencana untuk berpindah hunian.
"Sekarang kami sudah keluar ke rumah, sementara cari aman. Tapi tetap saya kunjungi untuk membereskan saja rumah itu. Tapi untuk tinggal di sana lagi, kayaknya tidak, karena sudah nggak aman," pungkasnya.