Ekspor Jangkos asal Sumut kembali berdenyut setelah lockdown corona di Tiongkok dibuka (dok Barantan Belawan)
Data Barantan Belawan mencatat, Jangkos berhasil membukukan 681 ton senilai Rp933 juta pada pengiriman perdana. Sementara selama 2019 menunjukkan Sumut berhasil mengirimkan 7,5 ribu ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp9,5 miliar.
“Jangkos yang dikirimkan perdana ini dinyatakan telah sesuai dengan persyaratan otoritas karantina Cina dan siap diberangkatkan ke pelabuhan Xingang, Huangpu dan Shanghai,” jelasnnya.
Ali Jamil juga mengatakan jika Barantan menerapkan protokol kewaspadaan pencegahan penyebaran COVID-19 bagi Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian. Layanan PPK secara daring digencarkan, pemeriksaan dan tindakan karantina memperhatikan jarak dan juga penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas juga terus dipantau.
Kebijakan lain yang diambil adalah produk pertanian yang dihasilkan difokuskan untuk kebutuhan dalam negeri, khususnya yang strategis seperti beras dan jagung. Sementara produk pertanian yang surplus produksinya dan dibutuhkan dunia kita dorong juga untuk diekspor.
"Selain membantu negara lain yang terdampak, juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani karena bernilai tambah sekaligus membantu dalam menambah devisa negara," tutup Jamil.