Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Faktor Kekerasan pada Anak Menurut Psikolog

Faktor Kekerasan pada Anak Menurut Psikolog
Pixabay.com/Otorpao
Share Article

Medan, IDN Times -Direktur Minauli Consulting Medan Irna Minauli menyoroti para pelaku kekerasan terhadap anak yang sering terjadi di manapun berada. Menurut Irna, para pelaku pada umumnya dalam kasus ini memiliki sejarah kekerasan pada masa kanak-kanaknya.

Mereka terbiasa diasuh dengan kekerasan. Dengan begitu, pola pengasuhan ini yang kemudian dilanjutkan pada anak-anaknya.

"Hubungan pelaku dengan orangtuanya juga sering kurang baik sehingga ketika mereka memiliki anak, hubungan dengan anaknya pun menjadi kurang baik," katanya.

Dari Irna, berikut beberapa faktor maupun hal-hal yang menjadi pemicu para pelaku kekerasan pada anak.

1. Kurang memiliki pemahaman tentang kebutuhan dasar perkembangan anaknya

ilustrasi anak (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi anak (pexels.com/RDNE Stock project)

Irna menjelaskan bahwa, yang perlu diketahui adalah para pelaku kekerasan kurang memiliki pemahaman tentang kebutuhan dasar perkembangan anaknya. Hal ini menjadi dasar, pelaku untuk berharap anaknya sudah dapat melakukan sesuatu tugas yang belum sesuai usianya.

"Misalnya, anak-anak umumnya sering lupa dengan barang-barang bawaannya sehingga mengharapkan bahwa anak tidak lupa tanpa memberikan solusinya menjadi hal yang kurang bijak. Seharusnya supaya tidak lupa, anak diajarkan melihat catatan yang diberikan ibunya, apa saja yang harus dibawa kembali sepulang sekolah, seperti perlengkapan makannya," jelasnya.

2. Salah satu faktornya adalah ekonomi dalam keluarga

ilustrasi anak yang sedang bermain bricks (unsplash.com/Kelly Sikkema)
ilustrasi anak yang sedang bermain bricks (unsplash.com/Kelly Sikkema)

Selain itu, yang menjadi pemicu maupun faktor adalah kondisi stres akibat masalah ekonomi, keluarga dan adanya masalah dalam perkawinannya.

"Contohnya, seorang ibu yang stres akibat perlakuan buruk dari suami dan mertuanya, cenderung melampiaskan kemarahannya pada anaknya," kata Irna.

3. Masalah kesehatan mental dari sosok ibu dapat menjadi pemicunya

ilustrasi anak perempuan (pexels.com/Anete Lusina)
ilustrasi anak perempuan (pexels.com/Anete Lusina)

Selain itu, masalah kesehatan mental dari sosok ibu dapat menjadi pemicunya. Mulai dari masalah depresi, kecemasan atau PTSD (Post-traumatic stress disorder) sering dijumpai pada ibu yang melakukan kekerasan terhadap anaknya.

"Kondisi kekerasan terhadap anak dapat dicegah dengan pemberian dukungan sosial dari keluarga, teman atau tetangga. Ibu yang terlalu lelah terbebani dengan pekerjaan rumah tangga, cenderung menjadi gampang marah. Itu sebabnya bantuan dari lingkungan menjadi sangat penting," pungkas Irna.

Share Article
Topics
Editorial Team
Indah Permata Sari
Doni Hermawan
Indah Permata Sari
EditorIndah Permata Sari

Latest News Sumatera Utara

See More

5 Alasan Interior Serba Putih Tetap Digemari meski Terlihat Simpel

30 Mei 2026, 11:00 WIBNews