Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dinamika Penggunaan Aksara Batak dalam Kehidupan Sehari-hari

Dinamika Penggunaan Aksara Batak dalam Kehidupan Sehari-hari
Ilustrasi orang Batak (IDN Times/Prayugo Utomo)

Medan, IDN Times- Penggunaan aksara Batak atau disebut juga Si Sia-Sia dilakukan dalam berbagai aspek tradisional dalam budaya Batak.

Informasi di bawah akan membahas penggunaan aksara Batak dalam kehidupan sehari-hari.

1. Sebagai Panduan Spiritual

ilustrasi berdoa (freepik.com/jcomp)
ilustrasi berdoa (freepik.com/jcomp)

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tradisional Batak terutama sebelum era kemerdekaan, banyak menggunakan aksara Batak untuk fungsi tertentu dalam kehidupan. Fungsi pertama adalah sebagai panduan spiritual, dalam budaya Batak dikenal Pustaha.

Ini merupakan panduan dan catatan pribadi pendeta adat Batak atau disebut Datu. Pustaka ini berisi ilmu kedukunan, yang secara khusus membahas resep obat-obatan, pembuatan jimat penolak bala, penghilangan kutukan, serta ramalan berdasarkan ilmu perbintangan.

2. Menulis ratapan

IDN Times/Fadli Syahputra
IDN Times/Fadli Syahputra

Ratapan Batak atau disebut Bilang-Bilang berisi keluh kesah, mengenai percintaan hingga nasib pilu yang diubah dalam bentuk sastra prosa.

Teks ratapan ini umumnya dituangkan dalam media bambu, tulang dan juga perkakas sehari-hari oleh pemilik benda. Pada benda tertentu, teks ratapan hanya digunakan sebagai pengisi untuk kepentingan pembuatan jimat keselamatan.

3. Media komunikasi

Tarian Sipitu Cawan khas Batak Toba menjadi daya tarik tersendiri selain pemecahan rekor MURI pemakaian Bulang Sulappei terbanyak dalam Festival Danau Toba 2019 Simalungun (IDN Times/Prayugo Utomo)
Tarian Sipitu Cawan khas Batak Toba menjadi daya tarik tersendiri selain pemecahan rekor MURI pemakaian Bulang Sulappei terbanyak dalam Festival Danau Toba 2019 Simalungun (IDN Times/Prayugo Utomo)

Seperti aksara lain, penggunaan aksara Batak juga lazim digunakan untuk keperluan komunikasi, yakni surat menyurat. Surat ini umumnya dituliskan pada media bambu, dengan berisikan sebuah pesan pendek yang akan dibuang setelah urusan yang dimaksud telah diselesaikan.

Penyampaian tuntutan atau penyelesaian sengketa versi lain dari surat pada adat Batak adalah Pulas, yaitu surat yang digunakan untuk menyampaikan maksud memberi ancaman atau memberikan tuntutan. Misalnya saja untuk membayar hutang ataupun membebaskan sandera.

4. Sebagai media penyebaran agama

ilustrasi berdoa (unsplash.com/PatrickFore)
ilustrasi berdoa (unsplash.com/PatrickFore)

Misionaris Jerman yang mulai aktif menyebarkan Kristen di tanah Batak pada abad ke- 19 tercatat pernah memanfaatkan Aksara Batak. Para Misionaris ini pada awalnya menggunakan surat Batak untuk tujuan penyebaran dakwah Kristen, karena dinilai lebih efisien dan juga cepat diterima oleh masyarakat sekitar.

Keadaan ini membuat banyak percetakan buku bersurat Batak mulai marak, terutama buku pelajaran dan terjemahan Injil sebagai bahan dakwah di sekolah Misionaris.

Sejalan dengan semakin banyaknya agama Kristen di tanah Batak, tradisi penulisan secara tradisional mulai ditinggalkan secara perlahan. 

5. Diangkat menjadi pelajaran wajib

Pixabay/jarmoluk
Pixabay/jarmoluk

Sejak tahun 80-an, aksara Batak menjadi bahan pengajaran muatan lokal untuk melestarikan budaya Batak ini. Namun pada umumnya, aksara Batak yang diajarkan saat ini banyak terdistorsi.

Sebagai akibat jarang digunakannya aksara ini dalam kehidupan sehari-hari, juga menghilangnya percetakan Surat Batak yang semakin membuat jejak asli aksara ini sulit ditemukan.

Penggunaan aksara Batak yang merupakan warisan nenek moyang suku Batak sudah selayaknya dilestarikan kembali. Kekayaan asli tidak sepatutnya luntur tanpa kejelasan tergerus oleh zaman. Peran serta setiap lapisan masyarakat diperlukan dalam upaya ini, lestarikan warisan budaya leluhur untuk membuat budaya Indonesia semakin dikenal. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Masdalena Napitupulu
Doni Hermawan
Masdalena Napitupulu
EditorMasdalena Napitupulu
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Cerita Salwa, Siswi MAN IC Tapsel Raih Beasiswa Masuk UGM Jalur SNBP

06 Apr 2026, 22:00 WIBNews