Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[CEK FAKTA] Bobby: Masih Ada SMA Tak Ada Listrik saat Pak Edy Gubernur
Paslon Cagub dan Cawagub Sumut nomor urut 1 Bobby Nasution-Surya saat debat perdana Pilkada Sumut di Grand Mercure, Rabu (30/10/2024) (IDN Times/Prayugo Utomo)

Medan, IDN Times- Calon Gubernur Sumatra Utara nomor urut 01 Bobby Nasution mengatakan pelayanan pendidikan di Sumut, terutama tingkat SMA/SMK yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara masih dilanda persoalan klasik. Faktor ekonomi memengaruhi.

"Persoalan SMA/SMK masih persoalan klasik. Gimana mau meningkatkan mutu pendidikan, kalau anak-anak kita orangtuanya masih berat menyekolahkan, masih ada kutipan Rp30 ribu, Rp40 ribu bahkan Rp80 ribu. Kalau kami jadi gubernur, kutipan-kutipan ini bukan kami minta laporkan. Tapi akan kami hilangkan," kata Bobby menjawab pertanyaan paslon 02 soal layanan pendidikan.

Selain itu soal fasilitas, menurutnya masih belum merata di seluruh Sumatra Utara. Bahkan ada SMA yang belum dialiri listrik.

" Selama Pak Edy masih gubernur masih ada SMA tak ada listriknya. Gimana menyampaikan digitalitasi kalau tak ada listrik, tak ada akses internetnya. Selain guru, fasilitas akan jadi poin yang akan salah satu kami perhatikan. Kalau anggaran 20 persen, mandataris dari pemerintah pusat. Gak pun pak edy memang 20 persen," kata Bobby.

IDN Times menelusuri soal kata Bobby tersebut. Faktanya memang masih ada beberapa daerah di Sumut yang belum dialiri listrik. 

Salah satunya contohnya adalah Desa Lauri di Kecamatan Sogaeadu, Kabupaten Nias, Sumatra Utara. Ratusan keluarga hidup tanpa jaringan listrik hingga saat ini. 

Dari data di kemendikbud, di desa itu ada SMA bernama SMAK Mekar yang berstatus sekolah swasta dan beralamat di Jalan Arah Telukdalam KM. 31RT RW, Desa Lauri, Kecamatan Sogaeadu, Nias.

Editorial Team

Related Article