Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Buru Pembunuh Nek Dermina, Polisi Kerahkan Dua Anjing Pelacak

Kab. Tapanuli Utara
Buru Pembunuh Nek Dermina, Polisi Kerahkan Dua Anjing Pelacak
ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Tapanuli Utara, IDN Times - Hingga saat ini pelaku pembunuh Dermina Simanjuntak alias Oppu Sudiono (75), warga Desa Sigotom Julu Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) belum tertangkap.

Nek Dermina tewas dibunuh oleh tetangganya sendiri bernama Barita pada Jumat (18/1).  Selain menewaskan Nek Dermina, kejadian ini juga membuat tiga cucu korban terluka.

Yakni Fransisca Tambunan (14) mengalami luka sayat di jempol kanan. Nova Olivia Tambunan (9) menderita luka tusuk di bagian leher dan Yohanna Tambunan (5) menderita luka tusuk di bagian lengan kiri.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas Marasi Silaen mengatakan sampai saat ini masih terus dilakukan pengejaran terhadap tersangka Barita Tambunan.

”Saat ini kita masih sisir wilayah hutan menggunakan anjing pelacak (K9) dari Polda Sumut sebanyak dua ekor,” kata Horas seperti dilansir Tribratanews Sumut, Selasa (22/1).

  1. 1. Pakai anjing pelacak untuk mempermudah pencarian

    Ilustrasi. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
    Ilustrasi. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

    Menurut Horas, pelaku di perkirakan lari menuju salah satu tempat persembunyian di hutan karena di wilayah sini dikelilingi oleh hutan.

    "Makanya kita gunakan anjing pelacak untuk mempermudah pencarian tersangka,” sambungnya.

  2. 2. Turunkan dua tim pencarian

    Pixabay.com
    Pixabay.com

    Horas menambahkan bahwa dalam pencarian tersangka, Polres Taput dibantu oleh Polda Sumut dan masyarakat.

    “Ada dua tim yang kita turunkan, ditambah K9 dan petugas dari Polsek,” ujarnya.  

    Horas menjelaskan bahwa menurut keterangan dari tetangga, tersangka ini di kenal pendiam dan tidak banyak bicara.

    “Sampai saat ini, dugaan sementara tersangka ingin merudapaksa cucu korban. Tapi untuk motif lebih jelasnya baru bisa dijabarkan setelah tersangka didapatkan. Biar jelas dan tidak simpang siur,” jelas Horas. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More