2 Pencuri Bangku Gereja HKBP di Deli Serdang Ditangkap, 1 Diburu

Dua pemuda ditangkap setelah tujuh bangku besi Gereja HKBP Pardede dicuri dan rekamannya beredar di grup WhatsApp jemaat.
Polisi menyebut aksi dilakukan dengan memanjat tembok, sementara satu pelaku lain bernama Iqbal masuk daftar pencarian orang.
Bangku dijual kepada pengepul barang bekas seharga Rp200 ribu, sedangkan Frans dan Rey menjalani proses hukum.
Medan, IDN Times - Dua pemuda pengangguran ditangkap jemaat dan diserahkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Sunggal lantaran nekat mencuri tujuh bangku besi milik Gereja HKBP Pardede di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.
Aksi keduanya terbongkar setelah rekaman video yang memperlihatkan mereka sedang membawa kabur bangku tersebut beredar luas di grup WhatsApp lingkungan gereja pada Minggu (11/10/2026).
1. Terbongkar berkat video di grup WhatsApp jemaat

Ilustrasi pencurian (Foto: IDN Times) Kapolsek Sunggal AKP M. Ainul Yaqin menyebutkan, pencurian ini pertama kali disadari oleh pendeta gereja bernama Reynold R. Hutabarat. Sang pendeta menerima kiriman video yang memperlihatkan pelaku Frans Juniko Pardede (26) dan Rey Siahaan (30) tengah asyik mengangkut bangku dari area gereja.
“Mengetahui fasilitas rumah ibadah dicuri, Reynold langsung membagikan rekaman tersebut ke grup percakapan jemaat dan mengecek lokasi kejadian,” ujar Ainul dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).
Setelah memastikan tujuh bangku besi hijau senilai sekitar Rp1 juta raib, para jemaat bergerak cepat mencari keberadaan pelaku. Keduanya ditangkap di rumah mereka masing-masing tanpa perlawanan, lalu diserahkan ke Polsek Sunggal pada malam harinya.
2. Pelaku beraksi dengan memanjat tembok gereja

Ilustrasi pencurian. (IDN Times/Mardya Shakti) Berdasarkan hasil interogasi awal pihak kepolisian, para pelaku melancarkan aksinya sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka nekat masuk ke area wisma Gereja HKBP Pertekstilan TD Pardede yang berlokasi di Jalan Binjai Kilometer 10,8, Desa Purwodadi, dengan cara memanjat tembok pembatas.
Dalam melancarkan aksinya, Frans dan Rey ternyata tidak sendirian. Polisi mengungkap adanya satu pelaku lain bernama Iqbal yang ikut membantu memanjat dan mengeluarkan ketujuh bangku tersebut.
“ saat ini, kami telah menetapkan Iqbal ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tengah memburu keberadaannya,” ungkapnya.
3. Bangku besi gereja dijual murah ke tukang botot

Ilustrasi pencurian uang (freepik.com) Setelah berhasil mengeluarkan barang inventaris gereja tersebut, para pelaku mengangkutnya menggunakan sepeda motor Honda Supra berwarna hitam. Ketujuh bangku besi itu tidak disimpan, melainkan langsung dibawa ke seorang pengepul barang bekas atau tukang botot bermarga Hutagaol yang beralamat di Jalan Mesjid, Desa Purwodadi.
Kepada penyidik Polsek Sunggal, pelaku mengaku telah menjual seluruh bangku tersebut dengan harga sangat murah, yakni Rp200 ribu. Akibat perbuatannya, Frans dan Rey kini harus mendekam di sel tahanan Polsek Sunggal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjalani proses hukum lebih lanjut.














.png)







