Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anggota Ormas Meninggal Setelah 2 Hari Ditahan di Polrestabes Medan
Kondisi Rumah Sakit Bhayangkara, kerabat Budianto datang ingin melihat jenazahnya (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Medan, IDN Times - Tangis Dumaria Simangunsong pecah setelah mengetahui bahwa suaminya meninggal dunia dan jasadnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Ia datang bersama anak-anaknya yang masih kecil untuk melihat jenazah Calon Ketua Ranting Pemuda Pancasila Desa Sei Semayang itu.

Dumaria kaget setelah melihat jasad suaminya sudah dalam kondisi babak belur. Seperti wajah, bahu, hingga dadanya mengalami memar.

1. Tanpa sepengetahuan istri, Budianto ditangkap polisi diduga karena mengganggu masyarakat pada malam hari

Dumaria selaku istri Budianto (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Calon ketua ranting Pemuda Pancasila (PP) Desa Sei Semayang bernama Budianto Sitepu (42) meninggal dunia dengan kondisi sudah babak belur. Istrinya baru mengetahui kabar tersebut setelah ia datang ke Polrestabes Medan untuk melihat sang suami yang pada 2 hari lalu ditangkap polisi.

"Setahu saya, awalnya mereka (suami saya dan temannya) buat acara minum-minum pada tanggal 24/12/2024 malam. Karena mereka musik-musikan sampai malam, terganggulah masyarakat di situ, di Gang Horas, Jalan Binjai, Sei Semayang, Kecamatan Sunggal. Sebenarnya gara-gara ribut, dipengaruhi minuman keras," kata Dumaria selaku istri Budianto Sitepu, Kamis (26/12/2024).

Sekitar pukul 01.00 dini hari Dumaria mendapat kabar bahwa suaminya sudah ditangkap polisi, akibat keributan yang terjadi di Gang Horas. Budianto tidak ditangkap seorang diri, namun juga bersama 2 rekannya bernama Dedy Pasaribu dan Girin.

"Saya tahu suami saya ditangkap polisi dari anggota dan kawan-kawannya. Dari polisi enggak ada, surat penangkapan juga tidak ada. Sampai meninggal begini pun berita dari polisi tidak ada. Saya tahunya karena saya dapat sendiri," ujarnya.

2. Dumaria mengetahui suaminya meninggal dunia saat ia datang sendiri ke RS Bhayangkara

Kondisi Rumah Sakit Bhayangkara, kerabat Budianto datang ingin melihat jenazahnya (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Setelah mendapat kabar suaminya ditangkap, Dumaria datang ke Polrestabes Medan berniat untuk melihat. Namun berdasarkan keterangannya, oleh petugas yang berjaga ia dilarang berjumpa karena datang terlalu malam.

"Semalam saya ke sana (Polrestabes Medan) mau melihat, gak boleh. Makanan yang saya bawa aja yang dikasihkan. Saya minta tolong mau melihat dari jauh, sebentar saja, tidak boleh. Besok aja kata petugas," beber Dumaria.

Kamis (26/12/2024) pagi Dumaria kembali datang ke Polrestabes Medan untuk melihat suaminya di tempat penahanan sementara. Namun ia justru mendapat kabar bahwa suaminya telah dibawa ke rumah sakit.

"Tidak diberitahu (alasannya). Jadi ini kami sendiri yang datang melihat. Kami minta tolong sama pihak sini (Rs Bhayangkara), itu pun tidak boleh. Hanya lewat saja, saya nampak suami saya digotong. Saya lihat wajahnya ternyata iya itu suami saya sudah meninggal," lanjutnya.

3. Budianto mengalami lebam-lebam di wajah dan tubuhnya

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Tangis Dumaria pecah saat melihat kondisi suaminya yang sudah meninggal itu. Terlebih di sejumlah tubuhnya mengalami luka-luka.

"Saya lihat sudah lebam-lebam, badan biru-biru, dadanya juga. Di rumah sakit (meninggalnya). Tapi saya gak tahu di mana suami saya dipukuli. Tapi kondisi suami saya waktu dibawa ke Polres tidak begitu, sehat dia," aku Dumaria.

Pantauan IDN Times pada Kamis (26/12/2024) siang anggota Pemuda Pancasila ramai mendatangi RS. Bhayangkara. Mereka mendampingi keluarga korban karena jasad pria berumur 42 tahun itu rencananya akan diautopsi.

"Saya minta seadil-adilnya. Karena suami saya pas dibawa baik-baik saja. Tapi kenapa pas meninggal suami saya dalam kondisi lebam-lebam?" pungkas Dumaria.

4. Kapolrestabes Medan: nanti akan jelaskan supaya tidak putus-putus

Kapolrestabes Medan Kombes Gidion (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Terpisah, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Setyawan masih enggan berkomentar banyak terkait tahanannya yang meninggal dunia. Saat ditemui di Jalan Perintis Kemerdekaan ia meminta waktu untuk menyelidikinya.

"Bentar, saya masih butuh waktu sebentar," ujar Gidion, Kamis (26/12/2024) sore.

Lebih lanjut hal tersebut dikatakannya agar informasi yang disampaikan agar tidak putus-putus.

"Saya nanti akan jelaskan supaya tidak putus-putus. Biar sedikit komprehensiflah. Biar saya lihat dulu," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article