Nadia, harimau betina Melayu berumur 4 tahun di Kebun Binatang Bronx, yang menurut pihak kebun binatang teruji positif terinfeksi virus corona (COVID-19) muncul pada foto tanpa tanggal yang disediakan Kebun Binatang Bronx di New York. (ANTARA FOTO/WCS/Handout via REUTERS)
Gadis merupakan harimau korban konflik (terkena jerat) di daerah Kabupaten Mandailing Natal. Mereka dibawa ke BNWS pada 2016 lalu.
Akibat terkena jerat, kaki kanan bagian depan Gadis harus diamputasi. Umur Gadis saat ini diperkirakan sekitar 10 tahun. Sedangkan Monang merupakan harimau jantan yang berhasil dievakuasi dari Desa Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun pada tahun 2017. Harimau yang terkena jerat di perkebunan warga ini dievakuasi di BNWS.
Untuk keamanan, Monang yang saat ini diperkirakan berumur 9 tahun, berada di dalam kandang tersendiri, terpisah dari Surya Manggala dan Citra Kartini, dan juga dari Gadis serta ketiga anak harimau yang baru lahir.
“Kelahiran kembali 3 ekor anak Harimau Sumatera ini menjadi harapan baru bagi program konservasi Harimau Sumatera di Indonesia, mengingat kondisi populasinya sekarang ini cenderung terus berkurang dari tahun ke tahun. Pengurangan populasi disebabkan banyak faktor, antara lain akibat perburuan, pemasangan jerat yang mengakibatkan luka atau kematian, dan juga masih tingginya konflik dengan manusia akibat dari rusaknya habitat,” pungkas Irzal.
BNWS terletak di Desa Batunanggar, Kecamatan Batangonang, Kabupaten Padanglawas Utara. Selain harimau, BNWS juga menjadi tempat gajah korban konflik yang direhabilitasi.
Sampai saat ini terdapat 8 ekor harimau Sumatera sedang menjalani perawatan dan rehabilitasi, yaitu :
1. Harimau Sumatra, betina, dewasa dengan nama penanda Gadis, umur 10 tahun
2. Harimau Sumatra, jantan, dewasa dengan nama penanda Monang umur 9 tahun
3. Harimau Sumatra, jantan dengan nama penanda Surya Manggala, umur 3 tahun
(siap dilepasliarkan)
4. Harimau Sumatra, betina dengan nama penanda Citra Kartini, umur 3 tahun
(siap dilepasliarkan)
5. Harimau Sumatra, betina dengan nama penanda Dewi Siundol, umur 6 tahun
(korban konflik sedang direhabilitasi)
6. Tiga ekor anak harimau Sumatra yang lahir pada 23 Januari 2022