Pekanbaru, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Provinsi Riau. Kali ini, Karhutla melanda sejumlah kabupaten di Bumi Lancang Kuning, yakni di Siak, Rokan Hilir dan Pelalawan.
Menurut Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra di Provinsi Riau, mereka menghadapi tantangan yang berbeda di 3 kabupaten tersebut. Diantaranya, kebakaran gambut yang tetap aktif meski telah diguyur hujan, kebutuhan suplai air yang harus dijaga dan kebakaran dengan luasan yang cukup besar, yang terdeteksi melalui pemantauan udara.
Hingga kini, tim Manggala Agni masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi Karhutla yang terjadi di 3 kabupaten tersebut. Demikian dikatakan Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, Sabtu (30/5/2026).
"Saat ini tim dilapangan menghadapi karakteristik dan tantangan tersendiri di 3 lokasi Karhutla yang terjadi di Siak, Rohil dan Pelalawan, sehingga membutuhkan strategi penanganan yang berbeda. Setiap lokasi memiliki kondisi lapangan yang berbeda," kata Ferdian.
Ferdian menyampaikan, seluruh personel Manggala Agni bersama unsur terkait terus bekerja di lapangan untuk menekan perkembangan Karhutla dan mencegah meluasnya area terdampak.
"Kami terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi sesuai kondisi di lapangan. Dukungan semua pihak sangat diperlukan agar penanganan Karhutla dapat berjalan optimal dan kebakaran tidak berkembang lebih luas," ucapnya.
Berikut ini penjelasan Manggala Agni terkait Karhutla yang terjadi di Kabupaten Siak, Rohil dan Pelalawan.
