Comscore Tracker

Ribuan Kantong Darah PMI Banda Aceh Diduga Dikirim ke Tangerang

Pengurus tidak mengetahui, terungkap usai dilakukan sidak

Banda Aceh, IDN Times - Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Banda Aceh diduga telah melakukan pengiriman ribuan kantong darah ke luar Provinsi Aceh secara diam-diam tanpa sepengetahuan sejumlah pengurus instansi itu.

Padahal, ketersediaan stok kantong darah di PMI Cabang Banda Aceh di lapangan kabarnya sering mengalami kekurangan. Sementara darah dari para pendonor terus masuk, terutama dari gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Mendonor.

Informasi tersebut diungkapkan langsung oleh sejumlah pengurus, mulai dari Wakil Ketua, Didi Agustinus; Sekretaris Umum, Syukran Aldiansyah; Wakil Sekretaris, M Pasya; Bendahara Umum, Munzir; Ketua Bidang YANKESSOS dan UDD, Natalina; Bidang Organisasi, Rahmat Kurniawan; serta Bidang Penanggulangan Bencana, Boy Firdaus.

Baca Juga: 42 Pemain Ikuti Seleksi Perdana PSMS, Putu Gede: 14 Mei Diumumkan

1. Terungkap bahwa 2.050 kantong darah dikirim ke Tangerang

Ribuan Kantong Darah PMI Banda Aceh Diduga Dikirim ke Tangerangtgmc.com

Dugaan adanya pengiriman ribuan kantong darah ke luar Provinsi Aceh secara diam-diam berawal dari kecurigaan pengurus terkait ketersediaan kantong darah di PMI Cabang Banda Aceh yang kerap kososng.

Selain itu, beberapa bulan lalu, pengurus juga melihat adanya kotak-kotak berisi ratusan kantong darah yang akan dikirimkan ke luar daerah Aceh.

“Akhir Februari kami melakukan sidak karena kecurigaan,” kata Sekretaris PMI Banda Aceh Syukran Aldiansyah.

Syukran menyampaikan, berdasarkan hasil sidak yang mereka lakukan, ditemukan adanya aktivitas kegiatan pengiriman kantong darah ke wilayah Tanggerang, mulai dari Desember 2021, Januari, Februari, dan April 2022. Total darah yang telah dikirim mencapai2.050 kantong.

“Selama ini darah yang tersedia di PMI Banda Aceh dikirim ke Tanggerang tanpa sepengetahuan Pengurus PMI Banda Aceh atau secara sepihak oleh ketua PMI Banda Aceh,” ucapnya.

2. Diduga ada bisnis, pengiriman ke Tangerang tidak sesuai aturan

Ribuan Kantong Darah PMI Banda Aceh Diduga Dikirim ke Tangerangpixabay.com/free-photos

Para pengurus curiga jika pengiriman ribuan kantong darah ke Tangerang ada kaitannya dengan bisnis, sebab ditemukan sejumlah kejanggalan dan tidak sesuai dengan aturan yang ada. Namun hal tersebut dikatakan Syukran, belum bisa dipastikan kebenarannya.

Dia menjelaskan, biasanya apabila stok darah di PMI Cabang Banda Aceh melimpah, maka penyaluran akan didahulukan dalam wilayah Provinsi Aceh yang membutuhkan dan tidak langsung ke luar.

Selanjutnya, pengiriman tidak diketahui oleh para pengurus selain hanya ketua dan kepala UDD (unit donor darah) PMI Cabang Banda Aceh. Kemudian pengurus tidak menemukan adanya bukti MoU atau kerja sama maupun permintaan langsung darah dari pihak PMI Cabang Tangerang ke PMI Cabang Banda Aceh.

“Namun faktanya teman-teman dikepengurusan itu tidak pernah dilibatkan dalam mengambil keputusan tersebut atau diklaim secara sepihak oleh ketua PMI Banda Aceh,” jelas Syukran.

Tidak hanya itu, biaya pengganti kantong darah yang dikirim jauh dari ketentuan. Sesuai aturan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 91 Tahun 2015, biaya pengganti Rp335 ribu per kantong. Sementara Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh, harga darah Rp360 ribu per kantong.

“Berdasarkan info yang kami terima bahwa biaya pengganti yang didropping ke Tangerang itu berkisar Rp 300 ribu, sementara itu, jika di dropping ke RSUZA itu berkisar Rp 335 Ribu,” imbuhnya.

3. Pengurus masih menunggu tindak lanjut dari PMI Provinsi Aceh

Ribuan Kantong Darah PMI Banda Aceh Diduga Dikirim ke Tangerangilustrasi cek tekanan darah (pennmedicine.org)

Menilai pengiriman ribuan kantong darah secara diam-diam sebagai tindakan yang melanggar anggaran dasar (AD), anggaran rumah tangga (ART), serta peraturan organisasi (PO) PMI Cabang Banda Aceh, Syukran beserta pengurus lainnya telah melakukan rapat pleno.

Bahkan, hasil berita acara pleno dari kasus tersebut juga telah mereka sampaikan kepada pengurus PMI Provinsi Aceh, pada Maret 2022 lalu.

“Respon sudah ada, namun kami hanya menunggu tindak lanjut dari PMI Provinsi Aceh,” kata Syukran.

Baca Juga: Jelang SBMPTN, Ini Passing Grade Program Studi di USU Tahun 2022

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya