Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Situasi Geopolitik Memanas, Ekonom Prediksi Harga Emas Naik di Januari

ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)
ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)

Medan, IDN Times - Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin memprediksi harga emas dunia pada perdagangan relatif stabil di kisaran $4.471 pe ron story.

"Emas terpantau alami kesulitan untuk menembus level psikologis 4.500. Meskipun demikian harga emas dunia terpantau mampu menahan tekanan jual setelah alami kenaikan yang cukup sigifikan sebelumnya," katanya pada IDN Times, Minggu (11/1/2026).

1. Ada dampak tensi geopolitik yang memanas

ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)
ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)

Menurutnya, ada dampak dari tensi geopolitik yang memanas hingga membuat harga emas stabil dan bertahan mahal.

"Potensi harga emas di bulan Januari ini cukup menjanjikan, dari sisi sentimen geopolitik. Rencana perang besar antara Iran dengan Israel dan AS. Kian memburuknya hubungan Cina dengan Taiwan, termasuk juga Rusia dengan Nato, serta AS dengan sejumlah negara tetangganya. Menyisahkan kekhawatiran akan kemungkinan memburuknya kinerja sektor keuangan yang bisa menguntungkan bagi harga emas," jelas Gunawan.

2. Emas dinilai memiliki sentimen yang memungkinkan untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek ke menengah

ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)
ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)

Dia menilai emas berpeluang untuk menembus level psikologis $4.500 di bulan Januari.

Sementara itu, dari sisi pengaruh dinamika ekonomi, sejumlah data AS yang dirilis masih memungkinkan Bank Sentral AS atau The Fed untuk memperlonggar kebijakan moneternya. Artinya, memang emas memiliki sentiment yang memungkinkan untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek ke menengah.

"Disisi lainnya, tahun-tahun sulit ekonomi global juga berpeluang terjadi di tahun ini. Perlambatan ekonomi, inflasi yang tinggi masih menjadi ancaman perekonomian. Dan situasi seperti ini akan membuat investor lebih mempertimbangkan emas sebagai komoditas investasi yang layak untuk dilirik. Karena pasar keuangan dinilai tengah membentuk gelembung (bubble) yang suatu saat bisa saja pecah," ungkap Ekonomi asal Sumut ini.

3. Masyarakat diminta untuk terus memantau dinamika politik dan ekonomi global secara disiplin

ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)
ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Dia menyarankan kepada masyarakat bahwa, hal yang paling penting adalah terus memantau dinamika politik dan ekonomi global secara disiplin.

"Pantau terus perkembangannya karena akan sangat membantu proses pengambilan kebijakan investasi. Namun saya menggaris bawahi bahwa seburuk apapun tekanan terhadap emas dari sisi ekonomi tidak akan mampu menekan harga emas berkepanjangan, jika tensi geopolitik yang memunculkan benih-benih peperangan mulai muncul," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Situasi Geopolitik Memanas, Ekonom Prediksi Harga Emas Naik di Januari

11 Jan 2026, 20:30 WIBNews