Ribuan Porsi Kuah Beulangong Temani Bukber di Masjid Aceh Sepakat

Medan, IDN Times - Tradisi unik masih konsisten diadakan oleh Masjid Raya Aceh Sepakat yang berada di Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan. Sampai dengan saat ini, masjid tersebut selalu menyediakan kuliner khas Aceh sebagai menu berbuka puasa ribuan masyarakat.
Sehingga tak heran, di halaman belakang masjid yang disulap menjadi dapur Ramadan itu setiap harinya memasak dalam skala yang cukup besar. Terlebih saat weekend, 100 kilogram daging sapi wajib ludes untuk diolah.
1. Masjid Aceh Sepakat rutin sediakan kuah beulangong dan bubur kanji untuk bukber

Bak mengingatkan masyarakat Aceh dengan kampung halaman, Masjid Aceh sepakat setiap hari menyuguhkan paket buka puasa bersama (bukber) dengan makanan khas serambi Mekkah itu. Namun bukan hanya masyarakat bersuku Aceh saja, semua dapat menikmati masakan khas bernama beulangong dan bubur kanji yang disediakan.
Siang hari setelah dzuhur, pengurus Masjid Aceh Sepakat telah siaga untuk bergotong royong. Mereka membagi posnya masing-masing. Ada yang menguliti kentang, menyediakan bumbu, memasak daging, mengolah bubur, sampai menyiapkan kursi dan meja untuk berbuka.
"Seperti tahun lalu, kita ada menyediakan makanan khas yaitu masak kuah beulangong daging, ada juga bubur kanji, dan ada tambahan menu lauk pauk lainnya untuk buka puasa nanti," kata pengurus BKM Masjid Aceh Sepakat, Lukman Sulaiman.
Kuah beulangong sendiri merupakan masakan khas Aceh mirip seperti gulai yang berbahan baku utama daging kambing dan nangka muda yang dimasak dalam belanga. Tak hanya itu, daging tersebut juga dimasak dengan potongan pisang kepok, cabai kering, kelapa gongseng, kayu manis, hingga bumbu lainnya. Tidak diragukan lagi kelezatannya sampai masyarakat berbondong-bondong berbuka puasa di Masjid Aceh sepakat untuk bisa mencicipi kuah beulangong.
"Dari Ramadan ke 3 kita sudah mulai. Bahkan dari hari pertama saja kami sudah buat 700 porsi, habis. Kemudian ada juga buat sekitar 800 orang. Dan itu biasanya setiap hari meningkat," lanjutnya.
2. Hari Sabtu dan Minggu, kuah beulangong dan bubur kanji tembus 1.000 porsi

Lukman menyebutkan, yang paling ramai adalah saat hari Sabtu dan Minggu. Masyarakat membeludak melakukan bukber di Masjid Aceh Sepakat ini.
"Hari Sabtu dan Ahad itu bisa sampai 1000-an lebih. Dan stok kami tidak hanya sebatas ini, mesti ditambah lagi biar cukup," beber Lukman.
Pada hari weekend tersebut, pihak masjid menyeduakan daging mencapai 100 kilogram. Hidangan jemaah saja jika ditotal bisa mencapai 1.200 porsi.
"Sementara kalau bubur kanji khas Aceh, di hari biasa itu kita buat 2 dandang besar, totalnya 32 kilo. Kita setiap hari lazimnya memang seperti ini. Hanya hari Sabtu dan Minggu saja yang mengalami penambahan. Bisa jadi buburnya jadi 3 dandang," ungkapnya.
3. Jemaah bukber di Masjid Aceh Sepakat juga berasal dari luar kota

Bukan hanya hidangan utama saja yang identik dengan Aceh, namun juga takjil yang mereka sediakan. Masing-masing jemaah saat berbuka puasa mendapatkan teh manis, sirup, air mineral, kue, dan bubur kanji. Lalu setelah salat Maghrib mereka makan malam pakai kuah beulangong.
"Kami pernah tanya tamu dari mana yang datang. Bahwa tak hanya di Medan saja, ternyata ada yang jauh-jauh datang dari Tembung, Tanjung Morawa, dan Hamparan Perak yang memang khusus datang ke sini," aku Lukman.
Persiapan berbuka bersama di Masjid Aceh Sepakat dihelat secara komunal. Namun meskipun begitu, mereka juga memiliki donatur yang memberi sumbangan untuk berbuka puasa sepanjang bulan Ramadan.
"Dan panitia pun tidak menutup kemungkinan siapa saja yang mau menyumbang, ya, walaupun sekilo gula pasir tetap kita terima. Jadi bukan cuma kalangan atas saja yang ikut menyumbang, masyarakat kelas bawah juga," pungkasnya.



















