Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ini yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Mendaki Gunung Leuser
Dua orang saat mendaki Gunung Leuser (dok.Dedi Zulkifli Tarigan)
  • Gunung Leuser dikenal memiliki jalur pendakian yang sangat menantang dengan medan bervariasi, mulai dari tanjakan panjang, lintasan sempit, hingga area hutan rapat yang menguji ketahanan fisik pendaki.
  • Dedi Zulkifli Tarigan menjelaskan durasi pendakian bisa mencapai 12–13 hari dengan tingkat kesulitan tinggi, sehingga persiapan matang menjadi faktor penting untuk menjaga stamina dan mental.
  • Pendaki disarankan berlatih fisik minimal sebulan sebelum berangkat serta menyiapkan logistik harian secara detail agar perjalanan aman dan disiplin waktu tetap terjaga selama ekspedisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Pendakian Gunung Leuser dikenal sebagai salah satu yang paling menantang di Indonesia. Selain durasi perjalanan yang panjang, medan yang bervariasi hingga manajemen logistik yang ketat menjadi faktor utama yang harus diperhatikan para pendaki.

Pendaki berpengalaman, Dedi Zulkifli Tarigan, menyebutkan bahwa Gunung Leuser memiliki karakter jalur yang berbeda dibandingkan gunung lainnya. Ia telah dua kali mendaki gunung tersebut, yakni pada tahun 2000 dan 2011.

“Pendakian ke puncak itu bisa memakan waktu sekitar tujuh hari, dan perjalanan turun sekitar lima hari. Jadi totalnya bisa 12 sampai 13 hari,” ujar laki-laki yang akrab disapa Akang, Minggu (19/4/2026).

1. Medan bervariasi dan menantang

Rombongan pendaki Gunung Leuser (adok.Dedi Zulkifli Tarigan)

Menurut Dedi, jalur pendakian Gunung Leuser tidak hanya berupa tanjakan, tetapi juga kombinasi medan yang kompleks. Pada awal perjalanan, pendaki akan langsung dihadapkan pada tanjakan panjang menuju Pucuk Akasan.

Setelah itu, jalur akan berubah menjadi lintasan sempit dengan semak-rapat, bahkan di beberapa titik pendaki harus merayap. Selain itu, terdapat jalur menurun dan kembali menanjak sebelum memasuki kawasan hutan berikutnya.

“Di beberapa titik kita harus melewati jalur sempit, bahkan merayap, dan ada juga medan dengan daun-daun tajam,” katanya.

2. Tingkat kesulitan tinggi, durasi pendakian hingga 14 hari

Rombongan pendaki Gunung Leuser (dok.Dedi Zulkifli Tarigan)

Dedi menilai tingkat kesulitan Gunung Leuser berada di angka 8 hingga 9 dari skala 10. Hal ini tidak hanya dipengaruhi oleh medan, tetapi juga durasi pendakian yang panjang.

Ia menjelaskan, aktivitas berjalan yang dilakukan setiap hari selama berjam-jam dapat menguras energi dan mental pendaki. Oleh karena itu, persiapan yang kurang matang berisiko menimbulkan masalah selama perjalanan.

“Setiap hari kita berjalan dari pagi sampai sore selama berhari-hari. Itu sangat menguras fisik dan mental,” ujarnya.

3. Fisik yang prima jadi kunci utama

Ilustrasi pendakian di Gunung Leuser (dok.Dedi Zulkifli Tarigan)

Persiapan fisik menjadi faktor paling penting sebelum melakukan pendakian. Dedi menyarankan latihan fisik minimal dilakukan selama satu bulan sebelum keberangkatan.

Latihan tersebut meliputi jogging, latihan kekuatan seperti push-up dan sit-up, serta simulasi berjalan dengan membawa beban.

“Minimal sebulan latihan, dalam seminggu tiga kali. Itu penting untuk melatih daya tahan tubuh,” jelasnya.

4. Manajemen logistik harus detail

Dedi bersama para pendaki saat berada di salah satu pos Gunung Leuser (dok Dedi Zulkifli Tarigan)

Selain fisik, pendaki juga harus mempersiapkan logistik secara rinci. Dedi menekankan pentingnya perencanaan konsumsi harian selama pendakian.

Pendaki disarankan membuat daftar makanan berdasarkan hari perjalanan, serta menyiapkan cadangan logistik untuk mengantisipasi keterlambatan.

“Kita harus sudah tahu di hari ke berapa makan apa. Bahkan kita siapkan cadangan beberapa hari kalau jadwal meleset,” katanya.

5. Mental dan disiplin waktu sangat penting

Dedi bersama rekannya saat berada di puncak Gunung Leuser (dok Dedi Zulkifli Tarigan)

Pendakian Gunung Leuser juga menuntut kekuatan mental. Rasa jenuh, medan sulit, hingga kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, disiplin waktu menjadi hal krusial karena berkaitan dengan ketersediaan logistik dan keselamatan perjalanan.

“Walaupun hujan, kalau sudah waktunya jalan, tetap harus jalan. Itu bagian dari tantangan di Leuser,” ungkapnya.

Dedi juga mengimbau calon pendaki untuk tidak meremehkan Gunung Leuser. Menurutnya, kombinasi antara fisik, pengetahuan, dan mental menjadi kunci keberhasilan pendakian. “Kalau kita paham ini perjalanan panjang dan mempersiapkan diri dengan baik, peluang untuk sampai puncak dan kembali dengan selamat akan lebih besar,” tutupnya.

Editorial Team