Comscore Tracker

Tangkahan Raja, Bekas Galian C yang Disulap jadi Lokasi Wisata

Tangkahan Raja dialiri 3 sungai

Simalungun, IDN Times - Tangkahan Raja dulunya merupakan hutan yang tidak pernah disentuh manusia. Konon katanya, di sebelah utara tangkahan itu terdapat sebuah pohon besar yang disebut pohon 'raja'. Manusia dilarang mendekat apalagi menginjak pohon itu.

Sampai sekarang pohon tersebut masih terlihat. Namun akses jalannya cukup sulit dilalui. Jika dilihat dari kejauhan, pohon 'raja' itu masih menjadi yang tertinggi.

1. Galian C yang Disulap jadi lokasi wisata

Tangkahan Raja, Bekas Galian C yang Disulap jadi Lokasi WisataWisata Tangkahan Raja di Simalungun (IDN Times/Gideon Aritonang)

Seiring berjalannya waktu, PT Bridgestone menguasai lahan ratusan hektar di sekitar tangkahan raja. Tangkahan itu pun dijadikan sejumlah kelompok sebagai sumber bebatuan dan pasir.

Perlahan-lahan tangkahan itu digali dan diambil sumber daya alamnya. Hingga pada tahun 2016, aktivitas galian-c berhenti, Tangkahan kembali ke masyarakat.

Pangulu Nagori Nagur Usang Benson Damanik menceritakan, seiring berhentinya aktivitas galian-c, tangkahan yang dialiri 3 sungai itu menjadi tempat permandian masyarakat dan karyawan perkebunan.

"Dulunya masyarakat dan karyawan mandi setiap sore di sini. Kalau menyuci gak ada. Karena air bersih sebenarnya sudah kita salurkan ke rumah masyarakat," terangnya, Minggu (19/1).

2. Setiap hari ada petugas membuka-tutup bendungan manual

Tangkahan Raja, Bekas Galian C yang Disulap jadi Lokasi WisataPetugas membuka tutup bendung di Wisata Tangkahan Raja di Simalungun (IDN Times/Gideon Aritonang)

Atas inisiatif masyarakat sekitar, ujung pemandian ditutup dengan bendungan manual. Bendungannya terbuat dari lapisan beberapa lembar papan dan 2 buah besi yang ditempel di kedua sisi tangkahan. Bendungan itu ditutup setiap Pukul 19.00 - 07.00 WIB.

"Itu biar air nya setiap hari berganti. Nanti pas jam 7 malam ada yang membuka. Air yang dipakai masyarakat dari pagi itu kan mengalir ke bawah, kemudian air yang dari atas sana berganti dan ditutup lagi di bawah," terangnya.

Baca Juga: Gak Melulu Mahal, 10 Tempat Wisata Murah di Singapura

3. Akses jalan yang belum mendukung

Tangkahan Raja, Bekas Galian C yang Disulap jadi Lokasi WisataPengunjung mandi-mandi di Wisata Tangkahan Raja di Simalungun (IDN Times/Gideon Aritonang)

Pemandian Tangkahan Raja terletak di Nagori Nagur Usang, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Simpang Sinaksak, Jalan Medan, Tapian Dolok menjadi pintu masuk utama.

Kemudian sekitar 100 meter, kamu akan menemukan simpang jalan setapak yang berada di sebelah kanan. Dari situ kamu akan diarahkan ke perumahan perkebunan.

4. Disarankan menggunakan sepeda motor trail atau sejenisnya

Tangkahan Raja, Bekas Galian C yang Disulap jadi Lokasi WisataDisarankan menggunakan sepeda motor untuk menuju ke Tangkahan Raja (IDN Times/Gideon Aritonang)

Selanjutnya di ujung jalan perumahan, anda akan dipertemukan dengan simpang tiga. Setiap jalan itu menuju ke perumahan perkebunan berbeda. Pilihlah penunjuk arah yang menuju Pondok Salak.

Dari persimpangan itu kamu masih akan menempuh jarak sekitar 8 kilometer lagi. Selanjutnya kamu memasuki jalan di tengah kebun karet. Disarankan lebih baik mengendarai sepeda motor trail atau sejenisnya.

Sepanjang jalan masih banyak bebatuan kecil khas jalan perkebunan yang belum di aspal. Setiap persimpangan yang akan anda temui ada penunjuk arah menuju pemandian. Penunjuk arah itu diletakkan di sebuah pohon besar tiap simpang jalan.

5. Pemandangan alam yang memanjakan mata

Tangkahan Raja, Bekas Galian C yang Disulap jadi Lokasi WisataWisata Tangkahan Raja di Simalungun (IDN Times/Gideon Aritonang)

Sesampai di Tangkahan Raja, rasa lelah anda akan terbayarkan. Pemandangan air yang jernih dan pepohonan akan memanjakan mata anda.

Air nya juga segar yang memiliki sedikitnya 5 titik air terjun kecil. Udaranya juga segar. Untuk menikmati Tangkahan Raja, pengunjung tidak dikenakan karcis masuk alias gratis.

Baca Juga: Wow! Medan, Langkat dan Danau Toba Masih Jadi Wisata Favorit 2020

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya