Menjelang Magrib, Medan berubah pelan. Langitnya menguning, lalu oranye. Jalanan mungkin tetap masih ramai, tapi ritmenya tidak segalak siang tadi. Orang-orang mulai melambat. Ada yang menepi, ada yang berhenti, ada yang duduk tanpa banyak bicara.
Ramadan memang punya suasana sendiri di kota ini. Sore hari terasa lebih panjang. Bau gorengan tercium dari pinggir jalan, suara plastik kresek beradu sambil dijinjing, anak-anak berlarian di taman. Semua seperti tahu, waktu berbuka tinggal sebentar lagi.
Dan, jika kamu tertarik atau ingin ngabuburit di ruang terbuka, dekat jajanan, dan tidak jauh dari masjid, lima taman ini bisa jadi tujuan. Beda suasana, beda cerita, tapi benang merahnya sama, hidup saat menjelang Magrib.
