Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Taman Rekomendasi di Medan untuk Ngabuburit dan Berburu Takjil
Taman Kebun Bunga Medan (Mangara Wahyudi)
  • Lima taman di Medan direkomendasikan sebagai tempat ngabuburit seru, menawarkan suasana sore yang hidup dengan jajanan takjil dan lokasi dekat masjid untuk menunggu waktu berbuka.
  • Taman Cadika, Lapangan Merdeka, Sri Deli, Kebun Bunga, dan Gajah Mada jadi favorit warga karena kombinasi ruang terbuka, kuliner Ramadan, serta aktivitas santai menjelang Magrib.
  • Setiap taman menghadirkan karakter unik—dari nuansa sejarah hingga modern—namun semuanya memancarkan kehangatan khas Ramadan yang mempertemukan warga dalam suasana sederhana dan penuh kebersamaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjelang Magrib, Medan berubah pelan. Langitnya menguning, lalu oranye. Jalanan mungkin tetap masih ramai, tapi ritmenya tidak segalak siang tadi. Orang-orang mulai melambat. Ada yang menepi, ada yang berhenti, ada yang duduk tanpa banyak bicara.

Ramadan memang punya suasana sendiri di kota ini. Sore hari terasa lebih panjang. Bau gorengan tercium dari pinggir jalan, suara plastik kresek beradu sambil dijinjing, anak-anak berlarian di taman. Semua seperti tahu, waktu berbuka tinggal sebentar lagi.

Dan, jika kamu tertarik atau ingin ngabuburit di ruang terbuka, dekat jajanan, dan tidak jauh dari masjid, lima taman ini bisa jadi tujuan. Beda suasana, beda cerita, tapi benang merahnya sama, hidup saat menjelang Magrib.

1. Taman Cadika Pramuka

Potret Taman Cadika Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Cadika selalu ramai saat sore, apalagi di bulan puasa. Di dalam, orang duduk di bawah pohon, ada yang olahraga ringan, ada yang cuma menggelar tikar. Anginnya cukup, areanya luas, tidak terasa sumpek.

Yang membuatnya makin menarik justru ada di luar pagar, di pinggir Jalan Karya Wisata kawasan Johor. Sepanjang jalan besar itu, pedagang takjil berjejer rapat. Pilihannya banyak. Dari gorengan sampai minuman dingin warna-warni. Orang-orang beli di tepi jalan, lalu masuk lagi ke taman sambil menunggu azan.

2. Lapangan Merdeka Medan

Pemandangan Lapangan Merdeka Medan (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Ini titik kumpulnya anak hits dan kawula muda. Sore hari, rumputnya dipenuhi yang duduk berkelompok. Ada yang foto-foto, ada yang tertawa keras, ada yang diam memandangi langit.

Di sekitarnya, termasuk area Pos Bloc, jadi tempat nongkrong menjelang berbuka. Takjil mudah dicari di pusat kota. Setelah beli, tinggal kembali ke lapangan atau duduk di area sekitar. Berbuka di tengah kota punya sensasi yang berbeda, lampu menyala satu per satu, suasana makin padat, tapi tetap hangat.

3. Taman Sri Deli

Taman Sri Deli Medan (Mangara Wahyudi)

Taman ini punya nuansa lama yang masih terasa. Pohonnya rindang, kolamnya tenang. Lokasinya berada di kawasan bersejarah Kesultanan Deli, jadi atmosfernya tidak pernah benar-benar biasa, apalagi bulan puasa.

Takjil bertebaran di sekitar taman ini. Tepat di depannya, juga berdiri Masjid Raya Al-Mashun. Setiap Ramadan, masjid ini dikenal membagikan bubur untuk berbuka. Banyak yang duduk dulu di taman, lalu bergerak ke halaman masjid menjelang Magrib.

4. Taman Kebun Bunga

Taman Kebun Bunga Medan (Mangara Wahyudi)

Kini tampil sebagai urban park dengan fasilitas yang lebih baru. Lintasan lari, area duduk, ruang terbuka yang tertata. Sore hari selalu aktif. Ada yang jogging, ada komunitas yang berkumpul, ada keluarga yang datang membawa anak-anak.

Tidak jauh dari sana berdiri Masjid Jamik Kebun Bunga. Saat Ramadan, bubur untuk berbuka dibagikan di masjid ini. Orang-orang dari taman sering berjalan ke sana menjelang azan. Disekitar masjid juga banyak jajanan takjil, yang bisa jadi opsi pelepas dahaga pun penghilang lapar.

5. Taman Gajah Mada

Taman Gajah Mada Medan (Mangara Wahyudi)

Taman ini lebih tenang dibanding yang lain. Bangku-bangkunya sering terisi, tapi tidak berdesakan. Cocok untuk duduk lama sambil berbincang ringan.

Lokasinya dekat dengan Masjid Al Jihad. Di depan masjid, pusat jajanan takjil biasanya ramai setiap Ramadan. Selain itu, pembagian takjil juga rutin dilakukan di sana. Warga sekitar, jemaah, hingga pengunjung bercampur jadi satu menjelang berbuka.

Ngabuburit di Medan selalu punya cara sendiri untuk terasa hangat. Tidak perlu jauh-jauh. Taman, jajanan di pinggir jalan, dan azan Magrib yang datang tepat waktu. Semua sederhana, sahdu rasanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team