Voters Desak Asprov PSSI Sumut Respon KLB Askot Medan

Medan, IDN Times- Usai sebulan melayangkan mosi tidak percaya, voters Askot PSSI Medan berharap Asprov PSSI Sumatra Utara segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Voters meminta Arya Sinulingga sebagai perwakilan Asprov PSSI Sumut segera merespons permintaan mereka.
"Kami sebagai voters telah menyampaikan surat mosi tidak percaya dan meminta segera digelar KLB untuk memilih Ketua Askot PSSI Medan yang baru. Kami berharap tidak ada keterlambatan yang dapat menghambat program-program sepakbola yang sudah disiapkan," ujar Sunarto Fadjar, koordinator voter.
1. Misi membenahi sepak bola Kota Medan

Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama dari desakan KLB ini adalah kemajuan sepakbola Kota Medan. Diketahui saat ini Askt
"Calon yang kami usung memiliki visi dan program kompetisi yang jelas untuk mendukung SSB serta klub-klub di Medan. Kami ingin menjadikan Medan sebagai barometer sepakbola Sumatra Utara," tambahnya.
2. Zulkarnain sebut hanya menunggu keputusan

Sementara Zulkarnain sebagai kandidat Askot PSSI Medan yang diusung voters mengatakan saat ini hanya menunggu keputusan. Jika memang KLB digelar dia siap maju.
Saat ini program sudah dirancangnya. Terutama untuk pembinaan sepak bola usia dini.
"Saya diusung oleh para voters, jadi saya hanya menunggu keputusan. Namun, jika KLB segera digelar, tentu saya siap. Yang terpenting, jangan sampai program pembinaan sepakbola, terutama untuk SSB dan klub-klub, terhambat," ujar Zulkarnain.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya telah menyiapkan program pembinaan dan kompetisi yang dapat langsung diimplementasikan jika dipercaya memimpin Askot PSSI Medan.
"Saya yakin voters benar-benar menginginkan perubahan, itulah mengapa mereka selalu hadir dalam acara-acara sepakbola yang saya hadiri, termasuk di festival ini," kata Mantan pemain PSMS, Persiraja dan PSPS itu.
3. Romauli beri bantuan bola untuk SSB

Selain itu dukungan juga mengalir dari sang istri Roma Uli Silalahi, anggota DPRD Medan. Dia yakin sepak bola Medan butuh berbenah dengan pemimpin yang layak. Pengalaman sebagai mantan pesepak bola diharapkannya jadi kunci.
"Sepakbola bukan hal baru bagi saya. Suami saya adalah mantan pemain profesional, pernah membela PSMS Medan, Persiraja, dan sejumlah klub besar lainnya. Jadi, atmosfer sepakbola ini sudah sangat akrab bagi saya," ujar Roma Uli.
Dia juga menekankan pentingnya kompetisi usia dini sebagai fondasi pembinaan pemain muda di Kota Medan.
"Event seperti ini sangat penting bagi pemain muda agar bisa mengasah mental dan skill dalam atmosfer kompetitif. Ini adalah momentum yang dibutuhkan setiap SSB untuk mencetak bibit-bibit unggul," jelasnya.
Pada kesempatan itu Roma Uli menyerahkan bantuan bola kepada SSB. "Bantuan ini adalah awal dari komitmen kami untuk membangun sepakbola Medan ke arah yang lebih baik. Kami ingin memastikan masa depan sepakbola Kota Medan benar-benar bersinar kembali," pungkasnya.















