Duel Kwarta versus Paya Bakung United di final Liga 4 Sumut (dok.Liga 4 Sumut)
Laga harus ditentukan lewat adu penalti. Di babak ini, Handoko, kiper Paya Bakung tampil gemilang. Dia memblok dua tembakan pemain Kwarta Faris dan Dhanu Subrata. Empat eksekutor Paya Bakung Luthfi, Panji, Rohid dan Indra sukses menunaikan tugasnya. Paya Bakung pun bersorak untuk gelar pertama mereka.
"Ini gelar pertama bagi kami. Sejarah. Tidak ada resep khusus saat penalti, tapi memang kiper kami Handoko sudah terbiasa menghadapi penalti dan anak-anak jadi lebih percaya diri," kata Dedi Asisten Pelatih Paya Bakung United.
Sementara Pelatih PS Kwarta, Irwansyah Panjaitan tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya di laga ini, meski ada kesalahan kecil yang menjadi catatan di laga final tadi.
"Kehilangan fokus aja anak-anak tadi (saat unggul 2-1) sehingga lawan bisa menyamakan skor. Dan saat adu tos-tosan tadi saya instruksikan untuk tetap enjoy dan tak usah pikiran hasil, tapi tetap fokus. Tapi anak-anak sudah maksimal di laga ini," ucapnya.