PSMS Terancam Jika PK Pengurangan Poin Sriwijaya FC Dikabulkan PSSI

Medan, IDN Times- Persaingan memperebutkan tiket terakhir dari grup 1 ke babak 12 besar Liga 2 musim 2023/2024 masih sengit. Apalagi Sriwijaya FC belum menyerah memperjuangkan poin yang hilang karena sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Mereka sudah menyurati Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Diketahui Sriwijaya FC kehilangan 4 poin karena tak menyertakan pemain U-21 dalam starting eleven. Sanksi pengurangan tiga poin plus satu poin hilang karena hasil imbang kontra Semen Padang dianulir dan berubah jadi kekalahan.
Lantas bagaimana tanggapan PSMS?
1. PSMS sebut tak ada alasan PSSI terima PK kedua dari Sriwijaya FC

COO PSMS mengatakan tak ada alasan PSSI untuk mengabulkan peninjauan kembali (PK) tersebut. Apalagi Sriwijaya FC sudah pernah mengajukan PK ke Komisi Banding (Komding) dan ditolak.
"Bukan kontroversum (kontroversi) antara PSMS dan Sriwijaya, tetapi tidak ada regulasi yang mengisyaratkan terjadinya PK sehingga pengembalian poin itu sama sekali tak memiliki dasar. Artinya tatkala itu terjadi, putusan Komdis itu tidak memiliki wibawa nantinya," ujar Andry Mahyar, Rabu (6/12/2023).
2. Tidak ada banding atas putusan Komdis

Andry berharap, semua pihak dapat mematuhi keputusan Komdis dan Komding PSSI tesebut. Apa lagi, menurutnya tidak ada PK untuk keputusan-keputusan Komdis PSSI.
"Kita berharap agar segala keputusan yang sudah ditetapkan baik oleh PSSI, Komdis maupun PT Liga itu dapat dihormati bersama. walaupun ini haknya Sriwijaya ya untuk mengajukan PK atau apapun namanya, tetapi tidak ada PK untuk keputusan-keputusan Komdis apa lagi yang disyaratkan dalam keputusan-keputusaannya tidak boleh banding. Analoginya adalah, banding saja tak boleh, konon lagi PK," kata Andry.
3. PSMS akan dirugikan jika PK Sriwijaya FC dikabulkan

Andry Mayhar mengaku jika Erick Thohir mengabulkan PK pihak Sriwijaya FC, PSMS Medan akan dirugikan. Untuk itu dia mengingatkan agar Erick tidak membuat keputusan di luar kapabilitas atau kewenangannya.
"Kalau itu terjadi apakah kemudian akan berpengaruh kepada PSMS? Berpengaruh pasti, tapi tidak juga menutup kemungkinan PSMS masuk 12 besar karena belum tentu juga Sriwijaya bisa mengalahkan kita di kandangnya (Minggu 17 Desember 2023) mendatang). Yang pasti segala keputusan yang diambil di luar kapabilitas ketua umum itu tidak boleh terjadi. Kita pasti akan melakukan protes juga apa bila itu merugikan tim kita nantinya. Kalau PK mereka (Sriwijaya FC) dikabulkan, 'lawak-lawak' sepakbola Indonesia," pungkasnya.















