Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kwarta Duel Kontra Paya Bakung United di Final Liga 4 Sumut

Kwarta Duel Kontra Paya Bakung United di Final Liga 4 Sumut
Selebrasi PS Kwarta usai membobol gawang Batubara United di Stadion Mini Pancing, Selasa (14/4/2026) (dok.Liga 4 Sumut)
Intinya Sih
  • Paya Bakung United melaju ke final Liga 4 Sumut usai menyingkirkan Binjai City lewat adu penalti dramatis 4-3, mencatat sejarah pertama kali mencapai partai puncak.
  • Pelatih Sakti Yasin Nasution memuji kerja keras timnya yang tampil tanpa dua pemain inti, menegaskan fokus dan konsentrasi jadi kunci keberhasilan menuju final bersejarah.
  • PS Kwarta memastikan tiket final kedua beruntun setelah menang telak 4-1 atas Batubara United, hasil dari dominasi permainan dan pembinaan akademi yang konsisten.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times- PS Kwarta dan Paya Bakung United memastikan tiket final Liga 4 Sumatra Utara musim 2025/2026. PS Kwarta menumbangkan Batubara United 4-1. Sementara Paya Bakung United menyingkirkan Binjai City Sport Club lewat adu penalti 4-3 (0-0) di Stadion Mini Pancing, Selasa (14/4/2026).

Bagi Paya Bakung United ini sejarah pertama mereka ke final. Sebelumnya prestasi terbaik hanya menjejak peringkat ketiga. Sementara Kwarta dua kali beruntun ke final.

1. Kejutan untuk Binjai City yang diunggulkan

Selebrasi PS Kwarta usai membobol gawang Batubara United di Stadion Mini Pancing, Selasa (14/4/2026) (dok.Liga 4 Sumut)
Selebrasi PS Kwarta usai membobol gawang Batubara United di Stadion Mini Pancing, Selasa (14/4/2026) (dok.Liga 4 Sumut)

Kejutan terjadi pada semi final pertama. Binjai City, satu-satunya tim dengan rekor 100 persen kemenangan harus mengubur mimpinya ke final. Performa impresif selama penyisihan Sebelumnya kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.

Sejak awal kedua tim saling jual beli serangan. Binjai mengandalkan sejumlah eks PSMS seperti Aldino Herdianto dan Yusrizal Muzakki. Sejumlah peluang emas tercipta. Namun solidnya barisan pertahanan Paya Bakung membuat serangan Binjai City kerap gagal.

Sebenarnya Binjai City berpeluang unggul di babak pertama. Wasit memberi penalti untuk Binjai City setelah pelanggaran terhadap Sanjay pada menit ke-33. Namun eksekusi penalti Yusrizal Muzakki mampu dimentahkan kiper Paya Bakung dengan kakinya. Tak ada gol yang tercipta di babak pertama. Kebuntuan berlanjut di babak kedua, peluang-peluang yang tercipta tak mampu dikonversi menjadi gol. Laga pun harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu dan hasilnya masih sama.

Drama terjadi saat adu penalti. Dua eksekutor pertama Paya Bakung United Azril dan Binjai Aldino gagal menuntaskan tugasnya setelah tendangannya ditepis kiper.

Berikutnya empat penendang Paya Bakung Panji, Habib, Indra dan Sanzai sukses menuntaskan tugasnya. Begitu juga denga eksekutor Binjai berikutnya Aditya, Dwi, dan Khadafi..Namun kegagalan eksekutor kelima Binjai City Dimas Sumantri usai ditepis Handoko memastikan tiket final untuk Paya Bakung.

2. Kunci kemenangan Paya Bakung United

Duel Paya Bakung United kontra Batubara United usai memastikan tiket final Liga 4 Sumut (dok.Liga 4 Sumut)
Duel Paya Bakung United kontra Batubara United usai memastikan tiket final Liga 4 Sumut (dok.Liga 4 Sumut)

Pelatih Paya Bakung United Sakti Yasin Nasution menyambut sukacita kemenangan skuatnya. Apalagi mereka harus tampil tanpa dua pemain andalannya karena akumulasi Rohid dan Luthfi Muzakki.

"Bersyukur karena kerja keras anak-anak bisa menang di pertandingan semi final ini. Final kita akan full team setelah tadi dua pemain kami akumulasi. Syukurnya penggantinya siap," kata Sakti.

Ia tak memungkiri jika Harus diakui (Binjai City) diunggulkan. Namun mereka bermain lepas hingga bisa meraih tiket ke final. Ini menjadi kali pertama bagi Paya Bakung menjejakkan kaki ke partai puncak.

"Sebenarnya tidak ada strategi khusus. Arahan ke anak-anak yang penting fokus, konsentrasi, janganlihat siapa lawannya. Buat sejarah saja. Paling jauh kita dulu peringkat ketiga pada tahun 2023 saat masih bernama Liga 3," katanya.

3. Kwarta tampil dominan atas Batubara United

Duel PS Kwarta kontra Batubara United di Stadion Mini Pancing, Selasa (14/4/2026) (dok.Liga 4 Sumut)
Duel PS Kwarta kontra Batubara United di Stadion Mini Pancing, Selasa (14/4/2026) (dok.Liga 4 Sumut)

Di laga berikutnya Kwarta tampil dominan atas Batubara United. Kwarta unggul cepat lewat gol Fatihul Alim menit-3. Upaya Paya Bakung Unied membalas lewat Aldo di depan dimentahkan barisan pertahanan Kwarta yang dikoordinir kapten tim Dhanu Subrata. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Kwarta terus mendominasi. Gol tambahan tercipta lewat sontekan Muhammad Othis menit ke-63. Dua menit berselang, Kwarta mendapatkan penalti usai Nofin dijatuhkan. Eksekusi Miswandi membawa Kwarta unggul 3-0. Adly Ronand Prayugha mencetak gol penutup kemenangan Kwarta pada menit ke-71.

Performa gemilang kiper Kwarta Aulia Rahman membuat Batubara United cukup frustrasi memecah kebuntuan. Di akhir laga Batubara United mendapatkan penalti yang dimaksimalkan Aldo. Skor 4-1 berakhir untuk kemenangan Kwarta.

Pelatih PS Kwarta Irwansyah Panjaitan mengatakan hasil ini merupakan buah dari pembinaan akademi Kwarta. Hal itu mengantarkan Kwarta dua kali beruntun menjejak final.

"Pembinaan yang konsisten tidak akan mengkhianati hasil. Sebagian pemain kita ini dari akademi. Selain itu sebagian juga dari skuat musim lalu saat ke final. Jadi kita tidak sekadar musiman, ada tidak ada kompetisi latihan," kata Irwansyah.

Keberhasilan menjejak final kali ini ingin dituntaskan Burung Sumatra, julukan Kwarta menjadi juara. "Kita sudah sampai di final, target kita juara. Tinggal antisipasi kondisi fisik," pungkas Irwansyah.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest Sport Sumatera Utara

See More