Komdis PSSI Kabulkan Banding Persiraja, Sanksi Hanya Dua Pertandingan

Banda Aceh, IDN Times - Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSS) akhirnya mengabulkan banding yang diajukan manajemen Persiraja Banda Aceh terkait hukuman sanksi.
“Informasi itu kita terima kemarin, dua hari setelah pertandingan melawan PSMS Medan,” kata Manajer Persiraja Banda Aceh, Ridha Mafdhul alias Gidong, saat dikonfirmasi IDN Times, Selasa (19/11/2024).
1. Sanksi tanpa penonton berkurang

Gidong mengatakan banding Persiraja yang diterima atau dikabulkan Komdis PSSI hanya terkait sanksi terhadap panitia pelaksana pertandingan. Komdis mengurangi hukuman larangan kedatangan penonton saat bermain kandang.
“Dari empat pertandingan menjadi dua pertandingan. Sedangkan yang lain tetap,” ujar Gidong.
2. Penonton dapat hadir saat menjamu FC Bekasi City

Laskar Rencong bakal menjamu FC Bekasi City dalam lanjutan Liga 2 Indonesia musim 2024-2025 pekan 12 Grup 1 di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Rabu (10/11/2024), malam. Laga ini dapat disaksikan langsung di stadion oleh para pecinta Persiraja.
“Setelah pertandingan melawan Persikabo, kita bisa kembali menonton pertandingan Persiraja lagi,” kata Manajer Persiraja Banda Aceh.
3. Sekilas terkait sanksi yang dijatuhkan kepada Persiraja

Komdis PSSI menjatuhkan sejumlah sanksi kepada Persiraja Banda Aceh pascalaga menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh, pada Minggu (13/10/2024).
Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI pada 17 Oktober 2024 yang dikutip dari situs www.pssi.org, sanksi diberikan kepada pemain, ofisial tim, dan panitia pelaksana pertandingan.
Gelandang Persiraja Banda Aceh, Dadang Apridianto, dikenakan hukuman berupa sanksi larangan bermain selama enam bulan dan denda Rp 25 juta karena dinilai melakukan pelanggaran berupa memukul wajah perangkat pertandingan.
Ofisial Persiraja Banda Aceh, Hamdani dikenakan skors larangan berpartisipasi dalam pertandingan selama 12 bulan dan denda Rp 25 juta usai dinyatakan melakukan pelanggaran karena menarik, memukul, dan mencekik perangkat pertandingan.
Ofisial Persiraja Banda Aceh, Iswahyudi, dinilai melanggar aturan usai memancing kebencian dan kekerasan terhadap perangkat pertandingan. Ia dihukum sanksi skors larangan berpartisipasi dalam pertandingan selama 12 bulan dan denda Rp 37,5 juta.
Terakhir, panitia pelaksana pertandingan Persiraja Banda Aceh dikenakan sanksi larangan menyelenggarakan laga dengan penonton sebanyak empat pertandingan saat menjadi tuan rumah dan denda Rp 10 juta.
Jenis pelanggaran yang dilakukan yakni gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan yang menyebabkan terganggunya keamanan serta kenyamanan perangkat pertandingan yaitu terjadi penyerangan dan penganiayaan terhadap perangkat pertandingan serta terjadi pelemparan air minuman kemasan yang dilakukan oleh penonton Persiraja Aceh.
















