Kejar AFF U-19, Bobby Dorong Proyek Stadion Teladan Dikebut 3 Shift

- Bobby Nasution mendorong percepatan revitalisasi Stadion Teladan dengan sistem kerja tiga shift agar rampung pertengahan Mei 2026, menjelang Piala AFF U-19.
- Hambatan utama proyek terletak pada minimnya tenaga kerja, sehingga Bobby meminta penambahan pekerja hingga 300 orang dan kolaborasi Pemkot Medan serta Kementerian PUPR.
- Rumput stadion dipastikan siap dalam 30 hari, sementara Stadion Mini Pancing disiapkan sebagai alternatif jika penyelesaian Stadion Teladan mengalami keterlambatan.
Medan, IDN Times- Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution mendorong percepatan revitalisasi Stadion Teladan dengan skema kerja tiga shift. Langkah ini diusulkan untuk mengejar target penyelesaian yang dipatok rampung pada pertengahan Mei 2026, jelang gelaran Piala AFF U-19.
Stadion Teladan menjadi salah satu dari tiga venue yang dipersiapkan untuk Piala AFF U-19 2026, bersama Stadion Utama dan Stadion Mini Pancing.
1. Terhambat minimnya pekerja

Bobby menilai hambatan utama proyek saat ini terletak pada keterbatasan tenaga kerja (man power). Ia menyebut, percepatan pembangunan sangat bergantung pada penambahan jumlah pekerja dan optimalisasi waktu kerja.
“Kunci percepatan ini ada di man power. Sekarang sudah dua shift, kalau perlu jadi tiga shift. Lampu sudah ada, jadi secara teknis tidak ada masalah untuk kerja sampai malam,” ujar Bobby, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, dengan fasilitas yang sudah memadai, tidak ada alasan bagi proyek untuk berjalan lambat. Ia bahkan mendorong agar jumlah pekerja yang saat ini sekitar 120 orang bisa ditingkatkan hingga 300 orang.
“Kalau bisa ditambah jadi 300 orang. Ini soal mau atau tidak saja. Perlengkapan seperti gawang dan rumput juga sudah siap, jadi tidak ada kendala berarti selain tenaga kerja,” tegasnya.
Bobby juga meminta kolaborasi antara Pemerintah Kota Medan dan Kementerian PUPR untuk mempercepat progres, termasuk membuka opsi mendatangkan tambahan tenaga kerja dari luar daerah.
2. Rumput diyakini sudah siap dalam 30 hari

Dalam peninjauan yang sama, Bobby juga memastikan kondisi rumput Stadion Teladan dalam keadaan baik. Ia menyebut, persoalan yang ada hanya pada tingkat kelembaban yang masih rendah.“Rumputnya sebenarnya sudah oke, hanya kering saja. Dalam 30 hari ke depan kelembapannya bisa kembali normal dan memenuhi standar,” ujarnya.
Bobby menjelaskan, progres pembangunan yang bersumber dari APBN dan APBD saat ini terus berjalan. Untuk tahap pertama, pengerjaan tinggal menyisakan sekitar 2 persen, sementara tahap kedua disebut berjalan tanpa deviasi.
“Kita harap Mei sudah selesai, karena turnamen dimulai 1–14 Juni 2026,” pungkasnya.
3. Siapkan skenario cadangan

Meski optimistis Stadion Teladan dapat selesai tepat waktu, Bobby tetap menyiapkan skenario cadangan. Stadion Mini Pancing Dispora Sumut disiapkan sebagai alternatif venue jika terjadi keterlambatan.
“Saya ingin optimis, tapi optimisme itu harus dibarengi kerja bersama, baik dari APBN maupun APBD. Opsi lain sudah kami siapkan,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas mengakui saat ini pengerjaan belum berjalan 24 jam penuh. Aktivitas proyek masih dibatasi hingga pukul 01.00 WIB.“Belum tiga shift, masih sampai jam 1 malam. Tapi InsyaAllah kita upayakan penambahan pekerja,” ujarnya.
















