Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kuota Atlet Judo Minim, PJSI Sumut Minta Tambahan untuk SPOBDA

Kontingen judo Sumut di Popnas 2025 (dok.PJSI Sumut)
Kontingen judo Sumut di Popnas 2025 (dok.PJSI Sumut)

Medan, IDN Times- Memasuki tahun 2026, Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumatra Utara mulai menyiapkan berbagai program setelah evaluasi menyeluruh. Salah satu yang saat ini tengah digedor PJSI Sumut adalah penambahan atlet judo pelajar di Sentra Pembinaan Olahraga Berprestasi Daerah (Spobda) atau dulunya disebut PPLP Sumut.

Diketahui pembinaan atlet judo Sumatra Utara harus bersinergi dan didukung berbagai pihak. Terutama pemerintah dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatra Utara.

1. Hanya tersisa 2 atlet judo pelajar saat ini di SPOBDA

Kontingen judo Sumut di Popnas 2025 (dok.PJSI Sumut)
Kontingen judo Sumut di Popnas 2025 (dok.PJSI Sumut)

Ketua Umum Pengprov PJSI Sumut Muhammad Arief Fadhillah mengatakan, kuota atlet judo di SPOBDA sangat minim. Saat ini hanya ada 2 atlet dan hanya akan mendapat tambahan 2 atlet pada tahun ajaran baru mendatang.

Sementara itu, dua atlet yang sebelumnya ada dipastikan tidak lagi memenuhi syarat usia untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) mendatang.

“Kami hanya mendapatkan tambahan dua kuota, sehingga total menjadi empat. Padahal kami sudah mengajukan permohonan penambahan empat kuota ke Dispora. Harapannya kuota ini bisa ditambah agar pembinaan atlet tetap optimal,” jelasnya.

2. PJSI Sumut surati SPOBDA

Ketua Umum Pengprov PJSI Sumut M Arief Fadhillah (IDN Times/Doni Hermawan)
Ketua Umum Pengprov PJSI Sumut M Arief Fadhillah (IDN Times/Doni Hermawan)

Arief mengatakan PJSI Sumut segera menyurati SPOBDA untuk memaparkan kondisi tersebut. Apalagi judo punya rekam jejak yang bagus pada Popnas 2025 kemarin. Diketahui judo merebut 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Emas diraih atlet SPOBDA Sumut M Daffin Prayoga.

"Kami berharap prestasi itu bisa menjadi dasar untuk judo bisa mendapat tambahan kuota atlet. Karena jika nanti 2 atlet yang sekarang tamat maka tetap tersisa 2 atlet kita untuk Popnas mendatang," kata Arief.

Menurutnya beberapa cabang olahraga lain yang notabene tidak berprestasi justru lebih banyak mendapat kuota atlet. Hal ini menjadi

3. Pelatda tetap berjalan meski di luar program KONI Sumut

Ketum PJSI Sumut Arief Fadhillah (IDN Times/Doni Hermawan)
Ketum PJSI Sumut Arief Fadhillah (IDN Times/Doni Hermawan)

Para atlet pelajar itu yang nantinya akan menjadi regenerasi judo Sumut untuk PON 2028 mendatang. Diketahui PJSI Sumut menggelar persiapan panjang di luar pelatda resmi KONI Sumut dengan menggelarnya secara mandiri di Padepokan Judo PJSI Sumut, Jalan Gaharu Medan.

Pelatda tersebut mencakup atlet lapis 2 dan lapis 3 yang seluruh pembiayaannya ditanggung secara mandiri oleh pengurus.“Seperti biasa, Pelatda tetap berjalan. Di luar Pelatda resmi KONI, kami tetap menjalankan Pelatda lapis 2 dan lapis 3 dengan biaya mandiri,” ujar Arief.

Selain Pelatda, PJSI Sumut juga menaruh harapan besar pada terealisasinya kerja sama dengan Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Arief menyebut, rencana kolaborasi tersebut membutuhkan proses perizinan yang cukup panjang, bahkan hampir memakan waktu satu tahun.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest Sport Sumatera Utara

See More

Kuota Atlet Judo Minim, PJSI Sumut Minta Tambahan untuk SPOBDA

14 Jan 2026, 07:00 WIBSport