Ditekuk Papua Barat, Tim Putri Sumut Gagal Raih Perunggu PON 2024

Deli Serdang, IDN Times- Tim futsal putri Sumatra Utara gagal meraih medali perunggu setelah ditumbangkan Papua Barat dengan skor 2-6 pada laga perebutan tempat ketiga Pekan Olahraga Nasional XXI 2024 di Gor Futsal Dispora Sumut, Minggu (8/9/2024).
1. Tensi laga sempat memanas di awal babak kedua

Pada laga itu Papua Barat sudah unggul cepat menit pertama lewat Maria Theresia Paloheon. Berselang enam menit, Papua Barat Kembali menggetarkan jala Sumut lewat kapten Jein Sity Way.
Upaya Sumut membalas kerap mentok. Sebaliknya Papua Barat semakin leluasa dengan menambah gol pada menit ke-12 lewat Maria. Sebelum jeda, Papua Barat menambah dua gol lagi lewat Brenda dan Carmen menit ke-11 dan 12 hingga skor menjadi 5-0.
Sebelum jeda, Sumut sempat membangkitkan asa lewat gol dari Jefri Sisri Simarmata menit ke-17 dan Putri Nadila menit 19.
Di babak kedua, tensi laga memanas. Laga berjalan tiga menit, kedua tim terlibat perseteruan. Laga sempat dihentikan lebih dari setengah jam.
Wasit juga sempat diamankan karena pelipisnya berdarah. Setelah laga dilanjutkan, wasit akhirnya mengeluarkan dua kartu merah untuk Rizka Utami (Sumut) dan Maria Theresia (Papua Barat) karena diduga melakukan pemukulan.
Dua menit jelang berakhirnya laga, Papua Barat kehilangan Linda Oktavia karena kartu merah. Namun mereka masih mampu menambah satu gol lagi lewat Brenda Anthonia. Skor akhir 6-2 sehingga medali perunggu jadi milik Papua Barat.
2. Papua Barat bersyukur raih perunggu sebagai pendatang baru

Pelatih Papua Barat Sayan Karmadi bersyukur, meski tim pendatang baru, mereka bisa merebut perunggu. Dengan persiapan hanya sebulan, pemain bisa membuktikan.
"Alhamdulillah dengan hasil maksimal (perunggu) dan pertandingan yang melelahkan. Pertandingan kali ini kita banyak melakukan rotasi pemain juga. Sehingga kita bisa manfaatin situasi kelelahan kita dan lawan," kata Sayan Karmadi pelatih Papua Barat saat presscon usai pertandingan.
Sayan juga turut memberikan komentar terkait insiden sesama pemain tadi di lapangan. "Mungkin tadi ada sedikit di sisi pengadil punya gambaran yang berbeda. Ya karena di situasi seperti ini, tensi tinggi dan semua kelelahan," ucap eks Pelatih Timnas itu.
3. Pelatih Sumut kritik kepemimpinan wasit

Sementara di kubu lawan Pelatih Sumut Bantuan Mandai memohon maaf atas kegagalan timnya meraih perunggu. Bantuan juga melayangkan kritik kepada wasit atas insiden yang terjadi.
"Kami kecewa dengan keputusan wasit yang terlalu banyak merugikan Sumut. Kami tidak pernah minta diuntungkan, tapi kepemipinnan yang menjatuhkan pertandingan. Dan saya tidak lupa juga mengucapkan selamat kepada Papua Barat," tegasnya.
Sementara kapten tim putri Sumut Junita Tampubolon juga memohon maaf. Dia dan pemain lainnya sudah berupaya maksimal.
"Terimakasih buat Tuhan Yesus, pelatih dan keluarga serta rekan-rekan di tim. Maaf kami belum juga meraih kemenanangan. Belum rejekinya, mungkin tuhan punya rencana lain," pungkas Junita.
















