Comscore Tracker

Bupati Soekirman Positif COVID-19, KPU Isolasi Mandiri di Sekretariat

Belum ada tes swab dilakukan kepada KPU Sergai

Serdang Bedagai, IDN Times – Kabar soal Bupati Serdang Bedagai Soekirman yang dinyatakan positif COVID-19 membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat khawatir. Lantaran, KPU Sergai dalam beberapa waktu terakhir sempat kontak erat dengan Soekirman yang juga sebagai Bakal Calon Bupati dalam Pilkada Desember mendatang.

Ketua KPU Sergai Erdian Wirajaya menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya cukup intens bertemu dengan Soekirman selama proses tahapan Pilkada. Selama proses pendaftaran saja, sudah tiga kali mereka bertemu dengan Soekirman.

“Tentunya saja KPU Sergai syok dengan kondisi bapak Soekirman saat ini. Begitu mendapat informasi 14 September 2020, pukul 23.00 WIB, KPU Sergai langsung berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Pemkab Sergai melalui Kadis Kesehatan dan pihak Polres Sergai,” ujar Erdian, Selasa (15/9/2020).

1. Soekirman membawa hasil swab negatif saat pendafataran

Bupati Soekirman Positif COVID-19, KPU Isolasi Mandiri di SekretariatBupati Sergai Soekirman meninjau Pelaksanaan Ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2019, di Kantor Regional (Kanreg) VI BKN Medan Provinsi Sumatera Utara, Senin (14/9/2020). (sumber: https://mediacenter.serdangbedagaikab.go.id/)

Kata Erdian, kabar Soekirman positif tentunya membuat KPU Sergai terkejut. Karena selama proses pendaftaran, Soekirman selalu membawa surat keterangan hasil swab negatif dari RS USU. Namun setelah menjalani swab kemarin sebagai syarat pemeriksaan kesehatan bakal calon kepala daerah, hasilnya positif.

Soekirman diketahui datang tiga kali selama proses pendaftaran. Rinciannya, pada 4 dan 6 september. Saat itu KPU memulangkan berkasnya. Kemudian pada 12 september 2020, Soekirman dan pendukungnya datang kembali untuk mendaftar di masa perpanjangan.

“Kami juga sempat kontak langsung 8 September untuk sosialisasi perpanjangan pendaftaran,” uja erdian.

2. Belum ada uji swab dari gugus tugas setempat untuk personel KPU yang kontak erat

Bupati Soekirman Positif COVID-19, KPU Isolasi Mandiri di Sekretariat(Bupati Serdang Bedagai Soekirman) www.instagram.com/@humassumut

Erdian pun semakin khawatir. Lantaran dari pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sergai belum melakukan uji swab kepada mereka. Meskipun, sejumlah personel di KPU sudah melakukan rapid test dan hasilnya non reakitif.

“Dari hasil koordinasi, pihak gugus berjanji melakukan swab, tapi belum tau juga. Karena surat kami belum ada balasannya dari mereka,” ujarnya.

Erdian berharap, ada langkah cepat untuk melakukan pemeriksaan. Lantaran, selama beberapa waktu terakhir, KPU Sergai terus melakukan sejumlah kegiatan hingga ke tingkatan PPK, PPS yang melibatkan banyak orang.

3. Erdian dan stafnya untuk sementara isolasi di sekretariat KPU

Bupati Soekirman Positif COVID-19, KPU Isolasi Mandiri di SekretariatIlustrasi virus corona (IDN Times/Sukma Shakti)

Untuk menghindari potensi penularan sebelum ada hasil pemeriksaan, Erdian pun melakukan isolasi mandiri di sekretariat KPU. Bahkan, staf KPU lainnya yang juga kontak erat juga melakukan isolasi di sana.

“Tadi malam kami begitu dapat info langsung mengumpulkan staf yang bertugas dalam pendaftaran. Kami jemput ke rumah dan kami bawa ke isolasi sementara di dalam kantor,” ujarnya.

Bahkan, Erdian yang mendapat kabar malam tadi soal Soekirman, batal pulang ke rumah. Padahal dia sudah mau sampai ke rumahnya.

“Saya sendiri, sudah dekat jarak 10 meter dari rumah, yah pamit saja sama istri dan balik lagi ke kantor. Tapi bingung juga, karena tanggal 12 itu saat pendaftaran, saya sempat pulang ke rumah. Tadi malam anak saya agak flu, makanya saya agak khawatir. Tapi tetap kita kabari ke keluarga jika kami non reaktif hasil rapid tes,” katanya.

Erdian juga sudah mengimbau kepada jajarannya untuk melakukan uji COVID-19 secara mandiri. Namun dia tidak memungkiri itu akan sulit karena terbentur biaya. Apalagi di tingkat kelurahan yang penghasilannya minim. Dia berharap ada perhatian serius untuk penanganan COVID-19 selama proses Pilkada.

“Kalau tidak ada penanganan serius, kami semakin kahawatir. Meskipun ini sudah risiko,” pungkasnya.

Baca Juga: Ini Strategi KPU Medan Hemat Anggaran Gelar Pilkada di Tengah Pandemik

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya