Keluarga Korban Penembakan di Perbaungan Buat Laporan ke Pomdam I/BB

Medan, IDN Times - Pomdam I Bukit Barisan didatangi oleh Kuasa Hukum keluarga MAA (13), remaja yang menjadi korban penembakan misterius di Jalan Lintas Sumatera Utara, lebih tepatnya di depan Pabrik Sawit Adolina Perbaungan. Mereka datang dengan mengantongi sejumlah bukti keterlibatan TNI dalam insiden penembakan itu, Senin (30/9/2024).
Sebelumnya, MAA tewas setelah mendapatkan bekas tembakan di tubuhnya pada awal September 2024. Sejauh ini, Polres Serdang Bedagai sudah menangkap 4 pelaku yang terlibat dalam insiden penembakan itu. Namun oknum TNI yang diduga terlibat belum ditangkap.
1. Keluarga korban buat laporan ke Pomdam I Bukit Barisan

Rohdalahi Purba selaku Kuasa Hukum keluarga MAA datang ke Pomdam I BB untuk membuat laporan terkait dengan peristiwa kematian MAA pada 1 september 2024. Di mana MAA tewas ditembak pengemudi Avanza misterius di depan Pabrik Kelapa Sawit Adolina, Perbaungan.
"Sebelumnya kami sudah berulangkali sampai ke Pomdam ini untuk menindaklanjuti surat Polres Serdang Bedagai terkait dengan adanya dugaan pelaku penembakan itu (adalah) dari oknum TNI AD," kata Rohdalahi Purba, Senin (30/9/2024).
Setelah melalui proses yang panjang dan tidak kunjung direspon, pada akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membuat laporan. Dan pada akhirnya laporan tersebut telah diterima dengan baik oleh Pomdam I Bukit Barisan.
"Karena berdasarkan fakta dan bukti yang sudah dilakukan Polres Sergai, pelaku penembakan itu mengarah pada anggota TNI," bebernya.
2. Bawa bukti ke Pomdam I Bukit Barisan tentang keterlibatan oknum TNI

Rohdalahi mengatakan jika setidaknya keluarga menduga ada 2 anggota TNI yang terlibat, meskipun yang menembak adalah 1 orang.
"Bukti yang kita sampaikan di sini, kebetulan kita dapat SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) dari Polres Sergai, disebutkan di dalam itu pelakunya adalah oknum TNI AD dan juga keterangan Polres Sergai bahwa mereka sudah memberitahukan hal itu beserta resumenya ke pomdam I Bukit Barisan," beber Rohdalahi.
Sejauh ini, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, pihak RS Sawit Indah, Hotel Dewi Indah, dan 4 pelaku yang sudah ditangkap. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Rohdalahi menganggap bahwa keterangan tersebut mengarah kepada 2 pelaku yang merupakan oknum TNI.
"4 pelaku ini (sipil) sudah di Polres, sudah ditahan 20 hari kurang lebih. Sekarang pelaku penembakan yang menyebabkan MAA tewas ini kita belum tahu. Karena berdasarkan visum, MAA meninggal karena peluru tajam ya. Itulah sudah sebulan peristiwanya, tapi (2 orang oknum TNI) belum diamankan. Tadi kita dengan segala argumentasi akhirnya laporan polisi dari kita diterima," jelasnya.
3. Keluarga korban menduga pengemudi Avanza merupakan oknum TNI

Saat insiden terjadi, ada 2 mobil yang berada di lokasi. Yakni mobil merk Avanza dan minibus merk Grand Max. Sejauh ini, keluarga menduga pelaku penembakan yang merupakan oknum anggota TNI berada di dalam mobil Avanza.
"Identitas sudah diketahui (oleh penyidik). 2 orang diduga oknum TNI. Jenis pelurunya HS," beber Rohdalahi.
Keluarga korban sejak tanggal 16 September belum mendapatkan titik terang terkait siapa yang memegang perkara ini. Mereka juga telah mendatangi Wassidik Polda Sumut.
"Infonya pihak Wassidik sudah gelar ke Polres. Produk yang harus dikeluarkan itu seharusnya surat pelimpahan, tapi sampai saat ini Polres hanya memberi surat pemberitahuan," pungkasnya.



















