TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Anak Berpenyakit Kulit Aneh Asal Madina Bertambah, karena Tambang?

Setelah Haikal-Zakira, kini giliran Luqyana Syasya

Luqyana Syasya,bocah lima tahun asal Mandailingnatal menderita penyakit kulit aneh. (Istimewa)

Medan, IDN Times – Bocah penderita penyakit kulit aneh terus bermunculan belakangan ini. Setelah Haikal – Zakira, kini giliran Luqyana Syasya yang diduga menderita penyakit yang sama.

Bocah perempuan berusia lima tahun itu, sejatinya juga warga Kabupaten Mandailing Natal. Sama seperti Haikal dan Zakira. Kini, dia diboyong keluarganya ke Medan.

1. Jari kaki dan tangan Luqyana juga digerogoti penyakit aneh itu

myvmc.com

Luqyana dikabarkan terlahir di Mandailing Natal dalam kondisi normal. Namun ada luka kecil di bagian kakinya. Keluarga sempat mengira, itu hanya luka karena proses persalinan.

 “Sama bidan dikasih obat luka gitu. Tapi seminggu timbul luka lain, naik (sampai) ke atas. Ada benjolan kayak kena knalpot gitu, semakin hari terus, naik lagi ke atas sampai kepala,”ujar Dedi, Selasa (6/7).

Penyakit itu pun terus menjalar ke seluruh tubuh. Jari kaki dan tangannya juga hilang digerogoti penyakit tersebut.

Baca Juga: 2 Anak Sakit Kulit Aneh, Gubernur Edy Singgung Tambang Ilegal Madina

2. Kulit di sekujur tubuh Luqyana terkelupas, giginya berpatahan

unsplash.com/@kevile

Dedi yang bekerja sebagai sopir pabrik di Medan lantas mengajak keluarganya pindah ke Medan. Tepatnya di Pasar 5, Jalan Rawa 2, Lingkungan 4, Gang Sarino  Kelurhanan Tangkahan, Martubung.

Dedi ingin anaknya bisa mendapat perawatan lebih baik di Kota Medan. Selama ini, sejumlah ruah sakit sudah mereka datangi. Mulai dari RSUP H Adam Malik hingg Rumah Sakit USU. Namun nahas penyakit Luqyana tidak sembuh jua. Malah semakin mengganas.

“Seluruh badan sudah (mengelupas),  giginya sudah patah-patah itu, udah busuk. Kukunya udah copot semua. Kuku kaki sama tangan,”ujar Dedi.

3. Diagnosa dokter berbeda-beda

Ilustrasi tenaga medis (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Kata Dedi, dari pemeriksaan dokter penyakit itu karena faktor genetik. Namun dia masih heran kenapa penyakit itu tidak bisa disembuhkan.

“Kalau dokter rumah sakit bilangnya bawaan genetik, tapi kalau berobat spesialis kulit yang di Jalan Ringroad, katanya auto imun. Tapi sama juga bawaan gen, cuma beda istilahnya aja, penyakit sama,” kata Dedi.

Karena tidak ada perubahan, Dedi beralih ke pengobatan alternatif. Meskipun sampai saat ini anaknya belum juga sembuh. Sebagai orangtua, Dedi begitu sedih dengan kondisi anaknya. Dia tidak tega melihat Luqyana setiap hari menahan sakit, terlebih saat dimandikan. 

 “Asal dimandiin dia nangis, perih seperti nya,”ujarnya. 

 Kata Dedi penyakit Luqyana,  juga cenderung aneh, jika sedang kambuh, badannya basah oleh keringat, lalu menimbulkan kegatalan. “Kalau lagi kumat, basah semua badannya. Pas lagi kering ya kering. Efek obat itu nggak ada nampak gitu gatal, nggak tahu lah kita, mungkin imun dia di dalam lah, pas kering dikira sudah sembuh, naik lagi, timbul lagi (luka),”ujarnya.

4. Dedi berharap Gubernur Edy Rahmayadi membantu kesembuhan anaknya

Gubernur Edy Rahmayadi menjenguk dua bocah yang terkena penyakit kulit di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Minggu (4/7/2021). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Dengan kondisinya saat ini, Dedi berharap bantuan pengobatan dari Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi. Karena, baru-baru ini dia meliha Edy membantu adik kakak, Haikal dan Zakira. Edy langsung merujuk mereka ke Rumah Sakit Haji untuk mendapat perawatan intensif.

“Tadi liat medsos, lihat Gubernur Edy Rahmayadi menjumpai orang kakak beradik, lalu dibawa berobat dan mau bentuk tim dokter, saya tengok penyakitnya sama. Saya mohon pertolongannya,” harap Dedi.

Baca Juga: Jenguk Bocah yang Kena Penyakit Aneh, Gubernur Edy Bikin Tim Khusus

Berita Terkini Lainnya