Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cuaca Ekstrem di Medan Sebabkan Banjir, Ini Imbauan BMKG
Ilustrasi Banjir. (IDN Times/Anjani Asra)
  • BMKG memprediksi Medan berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat, disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari dalam beberapa hari ke depan.

  • Cuaca ekstrem dipengaruhi gelombang Rossby, belokan angin, konvergensi, laut hangat, dan kelembapan tinggi. Warga diminta memantau kanal resmi BMKG serta menyiapkan perlengkapan hujan.

  • Hujan lebat Sabtu malam memicu banjir dan kemacetan di Medan, termasuk Kampung Aur. Luapan Sungai Deli sempat merendam rumah hingga 60 cm dan halaman masjid 100 cm.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26 September 2026

Hujan lebat mengguyur Medan pada malam hari, memicu banjir di sejumlah titik dan kemacetan di Jalan Kapten Muslim. Banjir juga merendam permukiman di Kelurahan Kampung Aur.

sekitar pukul 19.00 hingga 19.30 WIB

Air Sungai Deli mulai naik cepat saat hujan masih berlangsung dan kemudian memasuki rumah-rumah warga di Kampung Aur.

27 September 2026

BMKG mengimbau warga Medan mewaspadai potensi hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

pada hari ini

Air di dalam rumah warga mulai surut, tetapi genangan di halaman masjid masih setinggi lutut orang dewasa. Warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan karena hujan masih mengguyur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BMKG memprediksi Kota Medan berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Hujan lebat juga telah menyebabkan banjir serta kemacetan di sejumlah titik.
  • Who?
    BMKG melalui Forecaster on Duty Defri mengimbau warga Medan waspada. Warga Kelurahan Kampung Aur, termasuk Azzam dan Soni, terdampak luapan Sungai Deli.
  • Where?
    Potensi cuaca ekstrem berlaku di Kota Medan, Sumatra Utara. Banjir dilaporkan terjadi antara lain di Jalan Kapten Muslim dan Kelurahan Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun.
  • When?
    BMKG menyampaikan peringatan pada Sabtu, 27 September 2026. Hujan umumnya diperkirakan turun sore hingga malam hari. Banjir di Kampung Aur terjadi setelah hujan pada Sabtu malam, 26 September 2026.
  • Why?
    Kondisi dipengaruhi aktifnya gelombang atmosfer Rossby, belokan angin, dan konvergensi di Sumatra Utara. Suhu muka laut hangat serta kelembapan udara tinggi mendukung pertumbuhan awan hujan.
  • How?
    BMKG meminta warga memantau prakiraan dan peringatan dini melalui kanal resmi @infobmkgsumut serta menyiapkan perlengkapan hujan. Di Kampung Aur, air Sungai Deli naik cepat hingga memasuki rumah warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hujan lebat turun di Medan dan membuat beberapa tempat banjir. Jalan Kapten Muslim macet. Rumah warga di Kampung Aur juga kemasukan air dari Sungai Deli. Sekarang air di rumah mulai turun, tapi halaman masjid masih tergenang. BMKG bilang hujan, petir, dan angin kencang masih mungkin datang. Warga diminta tetap hati-hati.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Peringatan dini BMKG memberi warga Medan ruang untuk lebih siap menghadapi perubahan cuaca, termasuk dengan memantau kanal resmi dan menyiapkan perlengkapan hujan. Di tengah banjir yang sempat terjadi, air di dalam rumah warga Kampung Aur mulai surut dan tidak ada barang berharga yang dilaporkan hanyut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Kota Medan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Forecaster on Duty BMKG, Defri, mengatakan, wilayah Kota Medan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

"Hujan pada umumnya terjadi pada sore hingga malam hari," kata Defri dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2026).

Seperti yang terjadi pada Sabtu (26/9/2026) malam, hujan deras menyebabkan air menggenangi sejumlah titik.

1. Kondisi cuaca dipengaruhi oleh aktifnya gelombang atmosfer Rossby

ilustrasi hujan asam (pexels.com/Chris F)

Menurut Defri, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh aktifnya gelombang atmosfer Rossby serta dinamika atmosfer berupa belokan angin dan konvergensi di wilayah Sumatra Utara. Kondisi itu mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan.

Selain itu, suhu muka laut yang cukup hangat dan kelembapan udara yang tinggi di lapisan atmosfer menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan hujan di Kota Medan dan sekitarnya.

2. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca

ilustrasi hujan asam (pexels.com/Genaro Servín)

Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca, khususnya pada siang hingga sore hari ketika potensi pertumbuhan awan hujan meningkat.

Bagi masyarakat yang akan beraktivitas di luar ruangan, BMKG menyarankan untuk terus memantau informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi @infobmkgsumut serta mempersiapkan perlengkapan untuk menghadapi hujan.

3. Banjir rendam sejumlah titik di Kota Medan

Situasi air mulai surut didepan halaman Masjid yang menggapai ketinggian sekitar 60 cm (Dok. Azzam warga Kampung Aur for IDN Times)

Pantauan IDN Times, hujan deras mengguyur sejak Sabtu (26/9/2026) pukul 18.30 WIB. Air menggenangi ruas-ruas jalan, salah satunya Jalan Kapten Muslim Medan. Banjir juga merendam permukiman warga di Kelurahan Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun. Air luapan Sungai Deli dilaporkan naik dengan cepat.

Warga Kampung Aur, Azzam, mengatakan air Sungai Deli mulai naik sekitar pukul 19.00 hingga 19.30 WIB.

"Air Sungai Deli naik sekitar antara jam 19.00 - 19.30 gitu. Kan masih hujan, jadi masih terus naik air, hingga memasuki rumah-rumah warga," kata Soni pada IDN Times, Sabtu (26/9/2026) malam.

Dia menyebutkan, ketinggian air di dalam rumah mencapai selutut orang dewasa atau sekitar 60 cm, sementara di halaman depan masjid mencapai sepinggang atau 100 cm.

"Ketinggian air di rumah selutut orang dewasa. Kemungkinan di depan rumah atau halaman depan masjid sudah sepinggang orang dewasa," ujarnya.

Soni menambahkan, pada hari ini air di dalam rumah mulai surut, namun genangan masih bertahan di halaman masjid.

"Saat ini di rumah sudah surut, tapi di depan halaman masjid masih ada air banjir setinggi lutut orang dewasa," katanya.

Lanjutnya, beruntung, tidak ada barang berharga milik warga yang dilaporkan hanyut terbawa banjir. Meski demikian, warga masih tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat hujan masih mengguyur.

Curated For You

Editorial Team

Related Article