Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda, termasuk di jalan raya. Meski aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa, namun ritme perjalanan cenderung berubah, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Di momen inilah, kewaspadaan dan kedisiplinan berkendara menjadi semakin penting, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang menempuh jarak cukup jauh.
Menjelang azan magrib, volume kendaraan umumnya meningkat. Sebagian pengendara berusaha segera tiba di rumah atau mencari tempat untuk membatalkan puasa. Situasi ini berpotensi memunculkan manuver mendadak, seperti perpindahan lajur secara tiba-tiba atau pengereman mendadak karena ingin menepi. Dalam kondisi seperti itu, sikap #cari_aman dengan menjaga jarak dan tetap fokus menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di jalan.
Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda wilayah Sumatera Utara, Sofiyan Hazri, dengan semangat Satu Hati mengingatkan bahwa berkendara saat menjelang berbuka membutuhkan konsentrasi ekstra. Menurutnya, perubahan kondisi fisik selama berpuasa dapat memengaruhi respons tubuh, sehingga pengendara perlu lebih waspada terhadap pergerakan kendaraan lain.
“Menjelang berbuka puasa, biasanya ada pengendara yang secara spontan berpindah lajur atau menepi untuk membatalkan puasa. Karena itu, penting untuk tetap menjaga jarak aman dan tidak terpancing ikut terburu-buru. Prinsipnya tetap #cari_aman, utamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain,” ujar Sofiyan.
