Ilustrasi ganja (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Setelah kembali bebas, NW diduga kembali terlibat dalam peredaran ganja. Polisi menyebut aktivitas tersebut telah dilakukan NW dalam kurun waktu sekitar dua pekan sebelum akhirnya ditangkap.
Menurut Rafli, NW mendapatkan pasokan ganja dari seorang pria berinisial BT. Keduanya disebut tidak melakukan transaksi secara langsung. BT terlebih dahulu menentukan lokasi untuk meletakkan narkotika, kemudian NW mengambilnya untuk diedarkan.
“NW ini residivis kasus yang sama. NW, mengaku mendapat pasokan narkoba dari seorang pria berinisial BT. NW dan BT tidak bertemu saat bertransaksi, biasanya spot – spot dimana narkoba akan diletak akan ditentukan oleh BT. Terkadang di tong sampah, terkadang di pinggir selokan. Setelah diletakkan, NW nantinya akan mengambilnya dan kemudian mengedarkannya. BT ini yang sedang kami kejar, kami pastikan BT tidak akan bisa bersembunyi dan akan kami tangkap dalam waktu dekat,” pungkas Rafli.
Polisi kini masih mengejar BT yang disebut berperan sebagai pemasok. Penangkapan NW sekaligus membuka dugaan adanya pola distribusi narkotika dengan sistem penempatan barang di lokasi tertentu untuk menghindari pertemuan langsung antara pemasok dan pengedar.