Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tak Jera! Baru Bebas Penjara, IRT di Medan Jual Ganja Lagi
Ilustrasi ganja. (Dok. BNN)
  • NW, IRT berusia 41 tahun, ditangkap di sekitar rumahnya di Jalan Mesjid Taufik, Medan, saat diduga hendak bertransaksi.
  • Polisi menyita total empat paket ganja dari tangan NW dan sebuah tas di sekitar lokasi penangkapan.
  • NW disebut baru bebas pada 2025, sedangkan polisi masih mengejar BT yang diduga menjadi pemasok.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2022

NW pernah menjalani hukuman penjara dalam perkara narkotika.

2025

NW baru bebas dari penjara.

dalam dua pekan terakhir

NW disebut kembali menjalankan aktivitas peredaran ganja.

Jumat (11/9)

NW ditangkap personel Satresnarkoba Polrestabes Medan saat diduga hendak melakukan transaksi.

kini

Polisi masih mengejar BT yang disebut berperan sebagai pemasok.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    NW ditangkap karena diduga menjual narkotika jenis ganja, dengan total empat paket ganja diamankan sebagai barang bukti.
  • Who?
    NW, IRT berusia 41 tahun, ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Medan. BT disebut sebagai pemasok yang masih dikejar.
  • Where?
    Di sekitar rumah NW di Jalan Mesjid Taufik, Kecamatan Medan Perjuangan, Medan.
  • When?
    NW ditangkap pada Jumat (11/9) sore. Ia disebut baru bebas dari penjara pada 2025.
  • Why?
    Penangkapan dilakukan setelah ada informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika di sekitar tempat tinggal NW.
  • How?
    Tim 9 Unit 3 Satresnarkoba Polrestabes Medan mendapati NW memegang dua paket ganja dan menemukan dua paket tambahan di dalam tas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Polisi menangkap Bu NW di dekat rumahnya di Medan. Polisi bilang ia memegang dua paket ganja. Lalu, polisi menemukan dua paket lagi di tas. Jadi ada empat paket. Bu NW pernah dipenjara dan baru bebas pada 2025. Polisi sekarang mencari Pak BT, yang disebut memberi ganja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penindakan atas informasi masyarakat membuat polisi menemukan total empat paket ganja yang diduga siap edar dari NW. Penggeledahan di lokasi juga mengungkap dua paket tambahan di dalam tas setelah NW menyangkal menyimpannya. Pemeriksaan kemudian memberi petunjuk mengenai BT, yang kini masih dikejar sebagai pemasok.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial NW (41) kembali berurusan dengan polisi setelah diduga menjual narkotika jenis ganja di sekitar rumahnya di Jalan Mesjid Taufik, Kecamatan Medan Perjuangan, Medan.

NW ditangkap personel Satresnarkoba Polrestabes Medan pada Jumat (11/9) sore saat diduga hendak melakukan transaksi. Penangkapan ini menjadi sorotan karena NW ternyata merupakan residivis kasus narkotika yang baru bebas dari penjara pada 2025.

1. NW ditangkap saat pegang dua paket ganja

ilustrasi ganja (unsplash.com/Thought Catalog)

Polisi menyebut NW kembali menjalankan aktivitas serupa dalam dua pekan terakhir. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita empat paket ganja yang diduga siap diedarkan dan kini memburu pria berinisial BT yang disebut sebagai pemasoknya.

Penangkapan NW bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika yang kembali dilakukan di sekitar tempat tinggalnya. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti tim 9 Unit 3 Satresnarkoba Polrestabes Medan yang dipimpin Kanit 3 Satresnarkoba Polrestabes Medan, Iptu Berry Anggara, SH, MH.

Petugas mendapati NW berada di sekitar rumahnya dan memegang dua paket ganja yang diduga akan dijual. Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan dua paket tersebut langsung diamankan sebagai barang bukti.

“NW kami amankan saat diduga hendak melakukan transaksi, diawal penangkapan kami menyita 2 paket ganja siap edar, yang disita dari tangan pelaku,” ungkap Rafli, (14/9/2026).

2. Polisi temukan dua paket lain di dalam tas

ilustrasi ganja medis (IDN Times/Nathan Manaloe)

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di sekitar lokasi penangkapan. NW sempat menyangkal masih menyimpan narkotika lainnya. Namun, petugas menemukan dua paket ganja tambahan yang disimpan di dalam sebuah tas.

Dengan temuan tersebut, total barang bukti yang diamankan dari NW menjadi empat paket ganja yang diduga siap edar. Polisi menilai temuan itu menunjukkan adanya stok narkotika lain yang disiapkan untuk diedarkan.

“Pelaku ini sempat berkilah ada menyimpan narkoba lain saat pertama ditangakap dengan 2 paket ganja kering, namun berkat kejelian tim di lapangan, kami temukan paket ganja tambahan di dalam sebuah tas,” tambahnya.

Hasil pemeriksaan juga mengungkap NW bukan kali pertama tersandung perkara narkotika. Polisi menyebut perempuan berusia 41 tahun itu pernah menjalani hukuman penjara pada 2022 dan baru bebas pada 2025.

3. Baru dua pekan beraksi, polisi buru pemasok Ganja

Ilustrasi ganja (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Setelah kembali bebas, NW diduga kembali terlibat dalam peredaran ganja. Polisi menyebut aktivitas tersebut telah dilakukan NW dalam kurun waktu sekitar dua pekan sebelum akhirnya ditangkap.

Menurut Rafli, NW mendapatkan pasokan ganja dari seorang pria berinisial BT. Keduanya disebut tidak melakukan transaksi secara langsung. BT terlebih dahulu menentukan lokasi untuk meletakkan narkotika, kemudian NW mengambilnya untuk diedarkan.

“NW ini residivis kasus yang sama. NW, mengaku mendapat pasokan narkoba dari seorang pria berinisial BT. NW dan BT tidak bertemu saat bertransaksi, biasanya spot – spot dimana narkoba akan diletak akan ditentukan oleh BT. Terkadang di tong sampah, terkadang di pinggir selokan. Setelah diletakkan, NW nantinya akan mengambilnya dan kemudian mengedarkannya. BT ini yang sedang kami kejar, kami pastikan BT tidak akan bisa bersembunyi dan akan kami tangkap dalam waktu dekat,” pungkas Rafli.

Polisi kini masih mengejar BT yang disebut berperan sebagai pemasok. Penangkapan NW sekaligus membuka dugaan adanya pola distribusi narkotika dengan sistem penempatan barang di lokasi tertentu untuk menghindari pertemuan langsung antara pemasok dan pengedar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article