Potret udara Desa Hutanobolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah pasca dihantam banjir bandang, Sabtu (20/12/2025). (IDN Times/Prayugo Utomo)
Dalam kesempatan yang sama, Tito juga memaparkan perkembangan program rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana. Dari total 4.992 sekolah terdampak, sebanyak 3.084 sekolah disebut akan segera direhabilitasi karena telah memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“3.084 itu sudah ada Perjanjian Kerja Samanya dengan Kemdikdasmen. Sisanya yang sekitar 1.000 bukan didiamkan, tetapi akan ada PKS berikutnya,” katanya.
Sementara itu, pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana terus berjalan. Tito menjelaskan BNPB telah memulai pembangunan huntap bagi warga yang memiliki lahan sendiri. Adapun pembangunan huntap komunal masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait penyediaan lahan yang harus memenuhi syarat aman dari potensi bencana.
“Yang komunal, ada beberapa daerah yang lahannya masih perlu proses lagi karena harus jauh dari daerah bencana. Kementerian ATR/BPN dan Lingkungan Hidup juga harus menyiapkan lahannya,” ujar Tito.